Ulfa : Minggu, 22 Maret 2020 11:28
Ilustrasi.

BUKAMATA - Tiga dokter di Indoneisa meninggal dunia usai diduga terpapar virus corona (COVID-19).

Ketiga dokter yang gugur itu diantaranya dr Adi Mirsa, dr Hadio, dan dr Joko Yudoyoko.

Djoko Yudoyoko tercatat sebagai dokter bedah yang berpraktik di Bogor Medical Center. Dia memang menangani pasien virus corona.

Saat dikonfirmasi ke pihak keluarga, adik iparnya membenarkan kabar tersebut.
"Statusnya PDP COVID-19. Hasil lab belum diterima," kata Pandu.

Djoko sempat mendapatkan perawatan di RS BMC sejak Rabu (18/3). Karena kondisinya menurun, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto dan akhirnya meninggal pada Sabtu (21/3) pukul 11.15 WIB.

"Sudah dimakamkan setelah Magrib, di pemakaman Karet Bivak, Jakarta Pusat," ujar Pandu.

Pandu menjelaskan saat Djoko sebelum meninggal mengalami gejala dari virus Corona seperti demam, batuk, dan sesak nafas. Hingga akhirnya, Djoko harus dirawat di rumah sakit di Bogor dan kemudian di rujuk ke RSPAD Gatot Subroto.

"Sorenya hari Rabu, kok dia merasa tiba-tiba nggak enak badan, batuk, sesak, demam gitu, terus kemudian dirawat di rumah sakit itu. Hari Kamis dia udah diduga sebagai pasien Corona dan diambil swabnya diperiksa di Jakarta swabnya," katanya.

Sementara itu, dari kabar yang beredar, dr Adi meninggal dunia di RSUP Persahabatan, Sabtu (22/3) pukul 11.30 WIB.

dr Adi berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19. Adi berpraktik di RS Ananda Bekasi dan RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

Sedangkan dr Hadio merupakan neurologist di RS Premiere Bintaro. Almarhum dinyatakan positif corona, sempat memakai ventilator dan dirawat di RSUP Persahabatan.

"Benar (dua pasien dokter meninggal di RSUP)," kata Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB IDI, Erlina Burhan dilansir Kumparan.