Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Sabtu, 29 Februari 2020 12:58

Industri Smartphone Menderita di Tengah Virus Corona

Industri Smartphone Menderita di Tengah Virus Corona

Pada awal Februari 2020, Firma riset pasar TrendForce merilis laporan yang memprediksi bahwa virus corona akan membuat produksi smartphone global turun sebesar 12 persen ke angka 275 juta unit.

BUKAMATA - Virus corona membuat industri smartphone menderita. Tidak hanya akan mengganggu produksi smartphone global, dampak virus corona juga membuat penjualan smartphone di tahun 2020 tak sesuai yang diperkirakan.

Firma riset pasar TrendForce, pada awal Februari 2020 mengeluarkan laporan mereka yang memprediksi bahwa virus corona akan membuat produksi smartphone global turun sebesar 12 persen ke angka 275 juta unit.

Perusahaan smartphone asal China pun akan mengalami dampak negatif yang terbesar, beserta vendor di luar China yang menempatkan pabrik mereka di negara tersebut.

“TrendForce menurunkan perkiraan produksi smartphone 2Q20 (kuartal pertama 2020) menjadi 12 persen dari tahun ke tahun, dengan 275 juta unit yang diproduksi, yang merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir,” ungkap TrendForce belum lama ini.

Prediksi yang dibuat oleh TrendForce didasari investigasi mereka terhadap tiga faktor. Pertama, sifat padat karya dari industri smartphone; kedua, keterlambatan China dalam melanjutkan produksi hingga 10 Februari dan kontrol perpindahan penduduk; dan terakhir, berkurangnya minat publik untuk membeli perangkat baru.

Dalam perhitungan TrendForce, Huawei akan menjadi produsen yang mengalami dampak penurunan produksi terbesar sebanyak 15 persen menjadi 42,5 juta unit. Disusul oleh Vivo dengan penurunan 15 persen ke 1,5 juta unit, Oppo yang turun 14 persen menjadi 2,4 juta unit, dan Xiaomi yang turun 10 persen ke angka 2,47 juta unit.

Virus corona SARS-CoV-2 juga akan mengganggu brand dari negara lain yang menempatkan pabriknya di China. Apple, misalnya, yang memproduksi hampir semua iPhone keluaran terbaru di kota Zhengzhou, diprediksi akan mengalami penurunan produksi sebesar 10 persen menjadi 41 juta unit.

Apple sendiri mengakui bahwa virus corona membuat produksi mereka turun. “Pekerjaan (produksi dan penjualan) mulai dilanjutkan lagi di China, tapi prosesnya berjalan lambat untuk kembali ke kondisi normal dari yang telah diperkirakan sebelumnya,” kata Apple, dalam pertemuan bersama investor, dilansir NBC News.

Adapun Samsung menjadi produsen smartphone yang paling sedikit menerima dampak terkait virus corona. Sebab, perusahaan asal Korea Selatan itu memusatkan produksi perangkatnya di India dan Vietnam.

Meski demikian, karena beberapa komponen dihasilkan dari China, TrendForce memperkirakan bahwa produksi smartphone Samsung juga akan turun 3 persen ke angka 71,5 juta unit.

#Virus Corona #Smartphone