JAKARTA, BUKAMATANEWS — Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mulai mempercepat konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, meluncurkan Program Akselerasi Rekrutmen Anggota Nasional dengan menekankan pentingnya kerja-kerja akar rumput sebagai fondasi membangun kekuatan politik.
Program tersebut diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Desk Rekrutmen Anggota yang digelar secara daring pada Minggu malam (1/11/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Desk Rekrutmen Anggota (DRA) Partai Gelora dari seluruh Indonesia.
“Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim. Malam ini kita luncurkan Program Akselerasi Rekrutmen Anggota Nasional. Tumbuh bersama menuju zona biru,” kata Anis Matta.
Peluncuran program ini menjadi bagian dari strategi Partai Gelora untuk memperluas keanggotaan, memperkuat struktur organisasi, dan meratakan pertumbuhan basis politik di berbagai daerah menjelang kontestasi politik 2029.
Anis Matta Tekankan Kerja Nyata di Akar Rumput
Dalam arahannya, Anis Matta menegaskan bahwa penguatan partai tidak cukup hanya bertumpu pada gagasan besar. Cita-cita politik, menurut dia, harus diwujudkan melalui kerja nyata para kader di lapangan.
Ia juga mengaitkan kehadiran Partai Gelora dengan dinamika geopolitik global yang dinilainya sejalan dengan prediksi dalam manifesto partai pada 2019.
Anis Matta menyebut tiga fenomena utama yang tengah membayangi dunia, yakni resesi ekonomi jangka panjang, gelombang revolusi di berbagai wilayah, serta meningkatnya eskalasi perang regional di Eropa dan Timur Tengah yang berpotensi meluas ke kawasan Pasifik.
"Apa yang dulu kita tuliskan dalam Manifesto Partai Gelora tahun 2019, hari ini semuanya satu per satu menjadi kenyataan. Oleh karena itu, alasan kita lahir sekarang semakin kuat," ujar Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI ini.
Menurut Anis Matta, situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut Partai Gelora memiliki arah perjuangan yang jelas sekaligus kekuatan organisasi yang memadai.
Ia menggambarkan arah dan kekuatan sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan. Tanpa arah, sebuah gerakan politik berisiko kehilangan tujuan. Sementara tanpa kekuatan, gagasan yang diperjuangkan akan sulit diwujudkan.
"Yang tidak punya arah akan tersesat, yang tidak punya kekuatan akan digilas. Punya kekuatan tapi tidak punya arah, kita gampang dijebak. Punya arah tidak punya kekuatan, kita gampang jadi korban," ujarnya.
Kerja Kecil Kader Jadi Fondasi Kekuatan Besar
Anis Matta turut memberikan apresiasi kepada para kader yang bekerja di garis depan, termasuk mereka yang bertugas di perkampungan, pedalaman Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta berbagai wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi kader di sejumlah daerah, terutama keterbatasan infrastruktur, seperti akses internet dan listrik. Meski demikian, ia meminta seluruh kader tetap menghubungkan setiap aktivitas di lapangan dengan cita-cita besar partai.
"Sekecil apapun kerja saudara-saudara semuanya, selalulah menghubungkan kerja kecil itu dengan cita-cita besar yang membuat kita lahir. Sebab, hanya ketika pekerjaan kecil terhubung dengan pikiran besar, kita akan mengerti bahwa tidak ada yang sia-sia di sini," tegasnya.
Anis Matta mengakui adanya kesenjangan antara besarnya cita-cita Partai Gelora dan kemampuan, termasuk dukungan logistik, yang dimiliki saat ini. Namun, ia meminta para kader tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti bergerak.
Ia mendorong seluruh anggota untuk terus bekerja secara maksimal, sembari meyakini bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Kita tahu ada gap antara cita-cita kita dan kemampuan kita. Tapi kita juga sadar dan yakin bahwa kita sudah melangkah. Setiap cita-cita besar tidak pernah dimulai dengan langkah besar, selalu dimulai dari satu langkah kecil," imbuhnya.
Ia juga mengajak para kader menikmati dinamika perjuangan politik dengan penuh keikhlasan. Menurut dia, kerja-kerja yang dibangun secara bertahap dari daerah dapat terakumulasi menjadi kekuatan besar yang mendukung perjuangan Partai Gelora menuju Pemilu 2029.
Rekrutmen Dikebut Empat Bulan, Targetkan Zona Biru
Sementara itu, Ketua Desk Rekrutmen Anggota Pusat Partai Gelora, Triwisaksana, memaparkan capaian rekrutmen anggota hingga akhir Oktober 2026 sekaligus strategi percepatan untuk seluruh wilayah Indonesia.
Program tersebut mengusung tema Tumbuh Bersama Menuju Zona Biru. Dalam skema yang diterapkan Partai Gelora, zona biru merupakan kategori pencapaian tertinggi, yakni ketika suatu daerah berhasil melampaui 100 persen target rekrutmen anggota.
Pencapaian rekrutmen dibagi menjadi lima kategori. Zona maroon untuk capaian 0–25 persen, merah 25–50 persen, kuning 50–75 persen, hijau 75–100 persen, dan biru untuk capaian di atas 100 persen.
Untuk mempercepat pencapaian target, Partai Gelora menetapkan tahapan akselerasi selama empat bulan, mulai November 2026 hingga Februari 2027.
“Setiap DPW dan DPD nantinya akan didorong meningkatkan capaian secara kolektif agar tidak terjadi kesenjangan perkembangan antardaerah,” kata Triwisaksana.
Ketua DPP Korbid Penggalangan Partai Gelora itu menegaskan, prinsip tumbuh bersama menjadi landasan utama pelaksanaan program. Seluruh wilayah diharapkan bergerak serentak, berkompetisi secara sehat, dan saling mendukung agar tidak ada daerah yang tertinggal dalam proses penguatan keanggotaan.
Program tersebut juga dilengkapi skema apresiasi bagi jajaran DPW, DRA wilayah, DPD, dan DRA daerah yang berhasil mencapai target rekrutmen.
“Partai Gelora menargetkan peningkatan keanggotaan secara bertahap dan merata di seluruh Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menuju Pemilu 2029,” pungkas dia.
Melalui program akselerasi ini, Partai Gelora berupaya menjadikan perluasan keanggotaan sebagai bagian dari konsolidasi politik jangka panjang. Tantangannya bukan hanya meningkatkan jumlah anggota, tetapi juga memastikan pertumbuhan organisasi berlangsung merata dan mampu memperkuat basis partai hingga ke tingkat akar rumput.
BERITA TERKAIT
-
Figur Paling Potensial Pimpin Golkar Gowa, Lukman B Kady Usung Misi Kembalikan Kejayaan Beringin
-
Mahfuz Sidik Ungkap Makna Sumpah Pemuda bagi Perjalanan Tujuh Tahun Partai Gelora
-
Partai Gelora Luncurkan Nusantara Bisnis Academy, Bidik Wirausaha Baru dan UMKM Naik Kelas
-
Puskapol UI Buka Peluang Endorse Partai Gelora Asalkan Pro-Perempuan pada Pemilu 2029
-
Partai Gelora Bakal Bentuk Desk Pemenangan Pemilu, Salah Satu Tugasnya Ajak Publik Tolak Ambang Batas Parlemen 5 %