MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut kini telah diamankan setelah menyerahkan diri di Polsek Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Pengungkapan kasus ini melibatkan Unit Reskrim Polsek Panakkukang, Resmob Polda Sulawesi Selatan, dan Jatanras Polrestabes Makassar. Keempat terduga pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 04.00 Wita, di Jalan Boulevard, tepatnya di depan Kantor BAF, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Korban diketahui bernama Sopyan, 23 tahun, seorang mahasiswa asal Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. Ia meninggal dunia setelah mengalami peristiwa pengeroyokan yang kini tengah didalami pihak kepolisian.
Empat Terduga Pelaku Menyerahkan Diri
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, IPTU Dani Ardin, S.H., M.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula ketika pihaknya menerima informasi bahwa para terduga pelaku menyerahkan diri di Polsek Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Dua terduga pelaku, yakni Hasan, 27 tahun, dan Halif Syam, 20 tahun, menyerahkan diri sekitar pukul 13.00 Wita. Selanjutnya, sekitar pukul 14.45 Wita, dua terduga pelaku lainnya, Fahry Ariadi, 19 tahun, dan Sul, 23 tahun, turut menyerahkan diri.
Setelah menerima informasi tersebut, personel operasional Reskrim Polsek Panakkukang yang dipimpin IPTU Dani Ardin, didampingi Panit I Opsnal Reskrim IPDA Muh. Ikbal, bergerak untuk mengamankan keempatnya.
Sekitar pukul 16.00 Wita, seluruh terduga pelaku dibawa ke Mapolsek Panakkukang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami melaporkan telah melakukan pengungkapan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Empat terduga pelaku kita amankan setelah mereka menyerahkan diri di Polsek Polongbangkeng Utara. Saat ini keempatnya sudah kita bawa ke Mapolsek Panakkukang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar IPTU Dani Ardin.
Berawal dari Informasi Korban Dikeroyok
Berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/346/X/2026/SPKT/Polsek Panakkukang/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan, peristiwa tersebut diketahui setelah pelapor menerima telepon dari saudara korban sekitar pukul 05.00 Wita.
Dalam komunikasi itu, pelapor mendapat informasi bahwa Sopyan telah menjadi korban pengeroyokan.
Pelapor kemudian menghubungi teman korban untuk mencari tahu keberadaan Sopyan. Dari informasi tersebut, pelapor diarahkan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Namun, setibanya di rumah sakit, pelapor mendapati korban telah meninggal dunia.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Polisi Amankan Sweater dan Helm
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa penganiayaan tersebut.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu buah sweater hitam dan satu unit helm putih yang digunakan Halif Syam, satu buah sweater biru yang digunakan Hasan, serta satu unit helm putih yang digunakan Sul.
Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Dalami Peran Masing-Masing
Berdasarkan hasil interogasi awal, Halif Syam mengakui telah memukul korban pada bagian punggung sebanyak tiga kali menggunakan kepalan tangan.
Sementara itu, Hasan menerangkan bahwa dirinya hanya berusaha melerai Halif Syam saat kejadian berlangsung.
Terduga pelaku Sul mengaku berada di area parkir sepeda motor ketika keributan terjadi. Ia juga menerangkan bahwa dirinya saat itu berada di bawah pengaruh minuman beralkohol dan sempat menendang bagian belakang mobil Honda Jazz berwarna perak yang digunakan korban.
Adapun Fahry Ariadi menerangkan bahwa dirinya mendorong korban dengan maksud mencegah keributan setelah melihat temannya dipukul menggunakan helm dari belakang oleh korban.
Fahry juga mengaku kembali berusaha melerai ketika melihat temannya bernama Arfa terjatuh di jalan setelah terlibat dalam keributan dengan teman-teman korban.
Keterangan para terduga pelaku tersebut masih perlu didalami dan dicocokkan dengan keterangan saksi serta alat bukti lainnya untuk memastikan peran masing-masing dalam peristiwa yang menewaskan Sopyan.
Hingga kini, keempat terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Panakkukang. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa penganiayaan tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Cekcok di Jalan Boulevard Makassar Berujung Maut, Mahasiswa Asal Bone Tewas Ditikam
-
Viral! 7 Bulan Hilang, Gadis Gorontalo Ditemukan Tak Jauh dari Tempat Ayah Menumpang
-
Penumpang Bus Pariwisata Toraja - Makassar Ditemukan Meninggal, Diduga Akibat Penyakit Bawaan
-
Polda Sulsel Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Makassar, Oknum Mucikari Ditangkap
-
Jelang Akhir Masa Tugas, Kapolsek Panakukkang AKP Ahmad Alfian Buka Puasa Bersama Tahanan