Redaksi
Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 10:38

Sabet Tiga Prestasi di Forkot Makassar 2026, Nafeesa Azra Bidik FORNAS

Sabet Tiga Prestasi di Forkot Makassar 2026, Nafeesa Azra Bidik FORNAS

Atlet muda Cheng Hoo Archery School, Nafeesa Azra Salsabila, memborong tiga prestasi di Forkot Makassar 2026 dan membidik FORNAS untuk mewakili Sulawesi Selatan.

Kebiasaan tersebut mencerminkan upaya Nafeesa membangun keseimbangan antara persiapan teknis dan mental. Dalam olahraga panahan, kemampuan mengendalikan diri dan mempertahankan konsentrasi menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi bidikan, terutama saat menghadapi tekanan kompetisi.

### Dukungan Keluarga dan Sekolah Jadi Kekuatan

Nafeesa menyadari, tiga prestasi yang diraihnya tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitarnya. Orang tua, pelatih, pihak sekolah, hingga rekan satu tim menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya.

Ia menyebut orang tuanya sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan, termasuk mengantar dan menjemput latihan serta mendoakan keberhasilannya.

Selain itu, bimbingan Coach Nurhalisah di Cheng Hoo Archery School turut membantu Nafeesa mengembangkan kemampuan dan memperbaiki teknik panahan.

Dukungan juga datang dari para ustazah di SD Al-Qur'an Wahdah Islamiyah 02 Makassar yang memberikan semangat dan kesempatan untuk menjalani latihan tanpa mengabaikan kegiatan pendidikan.

“Yang paling banyak membantu itu pertama orang tua yang selalu antar jemput dan mendoakan. Terus Coach Nurhalisah di Cheng Hoo Archery School yang selalu sabar mengajarkan saya. Juga ustazah di SD Al-Qur'an Wahdah Islamiyah 02 Makassar yang selalu kasih semangat dan izin kalau harus latihan. Dan teman-teman beregu aku, Idham dan Adeva,” kata Nafeesa.

Kolaborasi keluarga, pelatih, dan sekolah menjadi salah satu unsur penting dalam pembinaan atlet usia dini. Dukungan tersebut membantu anak mengembangkan bakat olahraga sekaligus menjaga tanggung jawab terhadap pendidikan dan pembentukan karakter.

Bagi Nafeesa, kebersamaan bersama Idham dan Adeva juga menjadi pengalaman berharga. Keberhasilan meraih juara pertama kategori beregu menunjukkan bahwa kerja sama dan semangat saling mendukung menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi.

Meski telah meraih tiga penghargaan di Forkot Makassar 2026, Nafeesa tidak ingin cepat berpuas diri. Ia justru mengajak anak-anak seusianya yang tertarik menekuni panahan agar berani mencoba dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Jangan takut coba, Kak! Kuncinya itu harus berani, fokus, dan jangan lupa berdoa dulu sebelum memanah. Kalau meleset jangan sedih, coba lagi. Latihan yang rajin dan harus jaga adab. Insya Allah bisa juara juga,” pesannya.

Pesan tersebut menggambarkan pandangannya terhadap olahraga sebagai proses belajar. Bidikan yang meleset bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan memperbaiki teknik dan meningkatkan kemampuan.

Melalui latihan rutin dan pengalaman bertanding, Nafeesa belajar tentang kedisiplinan, kesabaran, keberanian, serta sikap sportif. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi atlet muda untuk berkembang, baik di arena pertandingan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan di Forkot Makassar 2026 kini menjadi motivasi bagi Nafeesa untuk meningkatkan kemampuan dan menatap tantangan berikutnya. Ia berharap dapat memperoleh kesempatan tampil di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) dengan membawa nama Sulawesi Selatan.

“Setelah ini Nafeesa mau lebih rajin lagi latihannya. Targetnya semoga bisa ikut FORNAS mewakili Sulawesi Selatan. Nafeesa mau bikin orang tua bangga, sekolah Wahdah 02, dan Cheng Hoo Archery School bangga lagi,” ujarnya.

Target tersebut menjadi dorongan bagi Nafeesa untuk terus menjalani proses latihan dan pembinaan. Ia menyadari bahwa prestasi yang lebih tinggi membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta kesempatan untuk menguji kemampuan di kompetisi berikutnya.

Tiga prestasi yang diraih di Forkot Makassar 2026 menjadi modal berharga dalam perjalanan itu. Namun, bagi Nafeesa, pencapaian tersebut bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus belajar dan mengembangkan potensi.

Kisah atlet muda Cheng Hoo Archery School ini memperlihatkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ada latihan yang berulang, dukungan orang-orang terdekat, kesabaran dalam menerima arahan, serta keberanian untuk kembali mencoba ketika hasil belum sesuai harapan.

Dengan semangat tersebut, Nafeesa Azra Salsabila berharap dapat terus menorehkan prestasi di cabang panahan tradisional, membanggakan keluarga dan sekolah, serta membuka jalan untuk mewakili Sulawesi Selatan di ajang nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Forkot Makassar 2026