SUKAMAJU, BUKAMATANEWS — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong peningkatan mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penguatan tata kelola dan kolaborasi antarsatuan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pemeriksaan dan Penilaian Lomba Gugus PAUD tingkat kecamatan yang digelar di Kecamatan Sukamaju, Selasa (13/10/2026).
Penilaian ini menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk memastikan setiap gugus PAUD tidak hanya memenuhi kelengkapan administrasi, tetapi juga mampu membangun komunitas belajar yang aktif dan berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh tim penilai Disdikbud yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan, Kamaluddin Alnan, S.Pd., M.M. Turut mendampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Sriwati Patiwiri, S.Pd., M.Pd., bersama dua kepala seksi bidang PAUD dan PNF serta jajaran penilik dan tenaga fungsional PAUD.
Kepala Dinas Pendidikan, Kamaluddin Alnan, menegaskan bahwa Lomba Gugus PAUD bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen pembinaan sekaligus evaluasi untuk memetakan mutu penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
“Melalui penilaian lomba gugus ini, kita ingin mengoptimalkan peran Komunitas Belajar (Kombel) di setiap kecamatan agar menjadi wadah kolaborasi, berbagi praktik baik, serta ruang tumbuh bagi para pendidik PAUD secara bersama-sama,” ujar Kamaluddin saat peninjauan.
Menurutnya, keberadaan komunitas belajar diharapkan dapat mendorong para pendidik untuk saling bertukar pengalaman, merefleksikan proses pembelajaran, serta mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.
Terapkan Skema Sekolah Inti dan Sekolah Imbas
Dalam pelaksanaannya, penilaian Lomba Gugus PAUD menerapkan pola pengimbasan terstruktur. Setiap gugus terdiri atas satu sekolah inti dan dua sekolah imbas.
Skema tersebut dirancang agar praktik baik, inovasi pembelajaran, serta standar pengelolaan yang diterapkan sekolah inti dapat dibagikan dan dikembangkan di sekolah imbas. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan diharapkan tidak hanya terpusat pada satu satuan pendidikan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah lain dalam satu gugus.
Tim penilai mengevaluasi sejumlah aspek utama, meliputi manajerial dan kelembagaan, aktivitas komunitas belajar, serta proses pembelajaran dan lingkungan belajar.
Pada aspek manajerial, penilaian mencakup kelengkapan administrasi dan tata kelola organisasi gugus. Sementara itu, aktivitas komunitas belajar dilihat dari keteraturan pertemuan, pelaksanaan refleksi pembelajaran, hingga kolaborasi dalam penyusunan modul dan perangkat ajar.
Adapun aspek pembelajaran menitikberatkan pada kualitas interaksi antara pendidik dan peserta didik serta pemanfaatan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan PAUD yang berkualitas.
Penilaian Dilaksanakan Bertahap di Kecamatan
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Sriwati Patiwiri, mengatakan rangkaian penilaian akan dilaksanakan secara berkesinambungan di seluruh kecamatan. Namun, wilayah yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dikecualikan dari rangkaian ini karena memiliki penyesuaian program pembinaan tersendiri.
Sriwati berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran komunitas belajar di tingkat kecamatan sekaligus mendorong pemerataan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
“Kami berharap melalui evaluasi lomba gugus ini, keaktifan Komunitas Belajar di tingkat kecamatan semakin solid, sehingga kualitas layanan PAUD di seluruh wilayah kita dapat meningkat secara merata,” tutur Sriwati.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud optimistis sinergi antara sekolah inti, sekolah imbas, serta penilik dan tenaga fungsional PAUD semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak usia dini.
BERITA TERKAIT
-
Pemkab Luwu Utara Evaluasi Pelaksanaan RKPD Triwulan III Tahun 2026
-
Jelang Pilkades Serentak 2026, Dinas PMD Luwu Utara Tegaskan PPKD Wajib Netral
-
Bupati Luwu Utara Konsultasi ke Kemendagri Terkait Pengelolaan PDAM
-
Jembatan Bailey di Seko Dikebut, Pemprov Sulsel Targetkan Akses Warga Kembali Terbuka Oktober 2026
-
Fly Jaya Siap Buka Rute Masamba-Makassar, Penerbangan Perdana Dijadwalkan 18 Oktober