Redaksi : Selasa, 13 Oktober 2026 17:00

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) bersama Bank Indonesia (BI) melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Dermaga Pulau Selayar Kodaeral VI, Selasa (13/10/2026). Dalam misi tersebut, kedua lembaga mendistribusikan uang Rupiah layak edar senilai Rp25 miliar ke sejumlah wilayah kepulauan di Sulawesi Selatan.

Mengusung tema *“Bentang Lautan, Satukan Rupiah, Teguhkan Kedaulatan Negeri”*, ekspedisi ini menjadi bentuk sinergi TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Pelayaran dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 13 hingga 19 Oktober 2026, dengan menempuh rute Makassar–Pulau Gondong Bali–Pulau Badi–Pulau Liukang Loe–Pulau Bahuluang–Pulau Selayar–Makassar. Total jarak pelayaran mencapai 410 mil laut atau *nautical miles* (NM).

Distribusi uang Rupiah layak edar tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus memastikan ketersediaan uang tunai dalam kondisi baik dan sesuai kebutuhan.

Keterbatasan akses transportasi dan layanan keuangan di sejumlah pulau menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi uang Rupiah. Karena itu, pelibatan unsur TNI Angkatan Laut melalui kapal perang menjadi salah satu upaya untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur transportasi biasa.

Pelepasan ERB 2026 dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Novyanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan dan sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan.

Dalam sambutan Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda TNI Dr. Yayan Sofiyan yang dibacakan Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, disampaikan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan juga simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara.

Keberadaan Rupiah yang beredar hingga pulau-pulau terluar menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memperoleh akses terhadap mata uang nasional.

“Dalam menyukseskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, TNI Angkatan Laut akan menggunakan KRI Marlin-877. Kapal ini merupakan salah satu ujung tombak TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugas menjaga keamanan laut di wilayah kerja Koarmada RI, termasuk di perairan Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya,” ungkap Dankodaeral VI saat membacakan sambutan Asops Kasal.

Penggunaan KRI Marlin-877 dalam ekspedisi ini sekaligus memperlihatkan peran TNI Angkatan Laut dalam mendukung kegiatan negara yang membutuhkan akses laut, termasuk distribusi uang Rupiah ke kawasan kepulauan.

Prosesi pelepasan ekspedisi berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur kebangsaan dan budaya lokal. Acara diawali dengan penampilan Tari Pakarena, tarian tradisional khas Sulawesi Selatan, kemudian dilanjutkan dengan penyematan rompi ERB dan pemberian cendera mata.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan tali tambat kapal oleh Dankodaeral VI bersama unsur Forkopimda Sulawesi Selatan sebagai simbol dimulainya pelayaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.

Selain pelayaran menggunakan KRI Marlin-877, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pelepasan komunitas Vespa ART Scooter Indonesia. Komunitas ini dijadwalkan melakukan ekspedisi menuju Desa Kulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk mengumpulkan uang logam dan uang kertas yang sudah tidak layak edar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan uang Rupiah, termasuk mendorong penarikan uang yang kondisinya sudah tidak layak digunakan dalam transaksi sehari-hari.

Suasana pelepasan semakin semarak dengan penampilan tari tradisional Paraga dan Marching Band Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.

Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Komandan Kodaeral VI, Kakudam XIV Hasanuddin, Kaku Kodau II, Kabid Keu Polda Sulsel, Jaksa Fungsional Bidang Datun Kejati Sulsel, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel, serta para pejabat utama dan kepala dinas maupun satuan kerja Kodaeral VI.

Hadir pula Pabandya Opsla Ban II Ops Sopsal, Komandan KRI Marlin Satrol Kodaeral VI, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Makassar, Kepala Kantor Perwakilan BPK RI Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan perbankan, serta Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua yang diwakili deputi direktur.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar, mendukung kelancaran sistem pembayaran, dan memperluas akses masyarakat kepulauan terhadap layanan keuangan.

Ekspedisi ini sekaligus membawa pesan bahwa akses terhadap mata uang nasional dan aktivitas ekonomi harus tetap terjaga hingga wilayah terluar Nusantara, sejalan dengan upaya memperkuat persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.