Redaksi
Redaksi

Sabtu, 03 Oktober 2026 13:29

23 Sekolah Adu Kekompakan di Piala Panglima TNI, SMAN 6 Maros Keluar sebagai Juara

23 Sekolah Adu Kekompakan di Piala Panglima TNI, SMAN 6 Maros Keluar sebagai Juara

Lomba PBB Piala Panglima TNI di Kodaeral VI Makassar diikuti 23 sekolah. Ajang ini mengasah disiplin, kekompakan, tanggung jawab, dan kepemimpinan pelajar.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Puluhan pelajar SMA dan SMK di Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa barisan yang kompak tidak lahir hanya dari gerakan yang seragam. Di balik setiap langkah, terdapat disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan latihan yang panjang.

Semangat itulah yang terlihat dalam Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Piala Panglima TNI dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 yang digelar di Kodaeral VI Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Sebanyak 23 sekolah tingkat SMA dan SMK dari Kota Makassar dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Kodaeral VI sebagai tuan rumah membuka perlombaan melalui upacara di Dermaga Pulau Selayar Kodaeral VI. Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., memimpin langsung upacara pembukaan.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Menguji Lebih dari Sekadar Gerakan

Bagi Kodaeral VI, lomba PBB bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang paling rapi atau paling tepat dalam melakukan gerakan.

Dankodaeral VI menegaskan, PBB dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan.

“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti perlombaan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Tampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui latihan dengan penuh kesungguhan,” ujar Dankodaeral VI.

Pesan tersebut menjadi penting karena setiap regu tidak hanya dituntut bergerak seragam. Mereka juga harus mampu menunjukkan bagaimana sebuah tim bekerja di bawah arahan seorang pemimpin.

Ketika Kekompakan Menjadi Penentu

Usai upacara pembukaan, kompetisi diawali dengan gerak jalan atau defile di depan Monumen Jangkar Kodaeral VI.

Satu per satu peserta menampilkan kekompakan pasukannya sembari memberikan penghormatan kepada Dankodaeral VI bersama para pejabat undangan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di podium kehormatan.

Persaingan kemudian berlanjut di Lapangan Arafuru Kodaeral VI.

Di lapangan inilah kemampuan setiap regu benar-benar diuji. Peserta harus melewati berbagai materi PBB, mulai dari gerakan dasar dari daerah persiapan, gerakan di tempat, gerakan berpindah tempat hingga gerakan berhenti di tempat.

Ketepatan gerakan menjadi salah satu aspek penting. Namun, peserta juga harus menunjukkan kerapian barisan, kekompakan, ketegasan aba-aba, serta kemampuan komandan pleton (danton) mengendalikan dan memimpin pasukannya.

Berbagai gerakan dinilai, antara lain langkah biasa terpimpin, penghormatan, sikap sempurna, istirahat, periksa kerapian, berhitung, lencang kanan, hadap kanan dan kiri, hadap serong, balik kanan, jalan di tempat hingga sejumlah gerakan perpindahan dan haluan.

SMAN 6 Maros Keluar sebagai Juara

Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian, dewan juri menetapkan SMAN 6 Kabupaten Maros sebagai Juara I Lomba PBB Piala Panglima TNI.

Posisi Juara II diraih SMKN 1 Makassar, sementara SMA Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin menempati Juara III.

Untuk kategori juara harapan, SMAN 21 Makassar meraih Harapan I, disusul MAN 3 Makassar sebagai Harapan II dan SMAN 17 Makassar sebagai Harapan III.

Sementara itu, penghargaan Danton Terbaik diberikan kepada Muh. Rizal Alfillah dari SMAN 6 Maros.

Para pemenang memperoleh piala dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi serta kerja keras yang ditunjukkan selama perlombaan.

Melatih Pemimpin dari Barisan Pelajar

Lebih dari sekadar memperebutkan piala, lomba tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengalami langsung bagaimana disiplin dan kepemimpinan bekerja dalam sebuah tim.

Seorang danton harus mampu memberikan instruksi dengan tegas. Anggota regu harus mampu mendengar, memahami, dan bergerak dalam irama yang sama. Kesalahan satu orang dapat memengaruhi kekompakan seluruh barisan.

Dari proses itulah nilai kepemimpinan dan tanggung jawab diuji.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait, di antaranya Kaajendam XIV Hasanuddin, Irdiv 3 Kostrad, Aspers Kodau II, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kasatpol PP Sulsel, Asintel Kajati Sulsel, Korwil Binda Makassar, Penyidik Madya BNNP, Kadislog Lanud Sultan Hasanuddin serta jajaran pejabat utama dan satuan kerja Kodaeral VI.

Hadir pula Dansatdik 2 Kodiklatal, Dansatlinlamil 3 Kolinlamil, Kaladokgi Yos Sudarso Makassar, para Staf Itkodaeral VI, para Sahli Poksahli Kodaeral VI, Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral VI, Dan KRI Marlin Satrol Kodaeral VI, Kakesbangpol Pemkot Makassar, Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, serta Sekretaris Kesbangpol Pemprov Sulsel.

Pada akhirnya, Piala Panglima TNI bukan hanya tentang siapa yang paling cepat atau paling sempurna dalam bergerak.

Di balik barisan yang tegap dan langkah yang serempak, ada proses panjang untuk membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan berani memimpin.

Untuk headline alternatif yang lebih kuat secara media online, saya rekomendasikan: “23 Sekolah Adu Kekompakan di Piala Panglima TNI, SMAN 6 Maros Keluar sebagai Juara”.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#HUT ke-81 TNI Tahun 2026 #Kodaeral VI Makassar

Berita Populer