Redaksi : Senin, 12 Oktober 2026 12:41

TAKALAR, BUKAMATANEWS — Pemerintah Kabupaten Takalar mulai memperkuat budaya pelayanan publik melalui gerakan 5S, yakni Salam, Senyum, Sapa, Santun, dan Solusi. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintah kecamatan diminta menjadikan prinsip tersebut sebagai bagian dari kebiasaan kerja aparatur sipil negara (ASN).

Komitmen itu ditegaskan Bupati Takalar, Ir H Mohammad Firdaus Daeng Manye, saat memimpin Apel Gabungan lingkup Pemkab Takalar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (12/10/2026) pagi.

Penguatan budaya pelayanan tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pelayanan Pemerintah Kabupaten Takalar. Seluruh pimpinan OPD dan camat se-Kabupaten Takalar membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk kesanggupan menerapkan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan Pin 5S secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan OPD.

Daeng Manye menegaskan, penandatanganan komitmen tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan janji moral seluruh jajaran pemerintahan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis, responsif, dan mampu memberikan jalan keluar atas persoalan warga.

"Komitmen pelayanan ini merupakan wujud keseriusan kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Takalar. Saya minta kepada seluruh pimpinan OPD dan jajaran agar menerapkan konsep 5S ini dengan sungguh-sungguh di setiap unit kerja," tegas Daeng Manye.

Ia mengingatkan, pelayanan publik tidak cukup hanya dilakukan dengan menyelesaikan urusan administrasi. Sikap aparatur ketika berhadapan dengan masyarakat juga menjadi bagian penting yang menentukan kualitas pelayanan pemerintah.

Karena itu, penerapan 5S harus terlihat dalam interaksi sehari-hari antara ASN dan warga, baik di kantor pemerintahan maupun unit pelayanan lainnya.

"Berikan Salam saat menyambut, berikan Senyum yang tulus, Sapa dengan ramah, bersikap Santun dan yang paling penting berikan Solusi atas setiap permasalahan masyarakat. Sehingga masyarakat merasa benar-benar terlayani dengan baik, nyaman dan dihargai," ujarnya.

Penekanan pada unsur Solusi menjadi salah satu pesan penting dalam gerakan tersebut. Artinya, aparatur tidak hanya dituntut bersikap ramah, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan masyarakat, merespons keluhan, serta memberikan penjelasan dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.

Bupati berharap komitmen bersama tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Takalar. Selain memperkuat kepercayaan masyarakat, gerakan 5S diharapkan membentuk birokrasi yang semakin terbuka dan tanggap terhadap kebutuhan warga.

Apel gabungan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, seluruh kepala OPD, kepala bagian, camat, serta ASN lingkup Pemkab Takalar. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.