Redaksi
Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026 15:33

Tak Hanya Pawai, Festival Pesantren Takalar Jadi Panggung Kreativitas Santri

Tak Hanya Pawai, Festival Pesantren Takalar Jadi Panggung Kreativitas Santri

Daeng Manye menegaskan bahwa Festival Pondok Pesantren merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi pesantren untuk menunjukkan kontribusi dan perannya dalam pembangunan daerah.

TAKALAR, BUKAMATANEWS — Semangat syiar Islam dan kreativitas santri mewarnai peringatan Hari Santri Nasional dalam Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026. Sebanyak 18 pondok pesantren ambil bagian dalam pawai yang menjadi salah satu daya tarik utama festival tersebut di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (22/10/2026).

Tidak sekadar menjadi parade barisan, kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan eksistensi pesantren sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam di Kabupaten Takalar.

Pawai dilepas langsung Bupati Takalar, Ir H Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Takalar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan bahwa Festival Pondok Pesantren merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi pesantren untuk menunjukkan kontribusi dan perannya dalam pembangunan daerah.

"Pawai ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi syiar Islam dan ajang silaturahmi antar pondok pesantren. Santri adalah aset bangsa, penjaga moral dan masa depan Indonesia Emas," ujar Daeng Manye.

Semarak pawai semakin terasa dengan penampilan drum band SMP Negeri 1 Takalar yang mengawali iring-iringan. Setelah itu, barisan dari 18 pondok pesantren bergerak mengikuti rute yang dimulai dari Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar dan kembali finis di lokasi yang sama.

Ke-18 pesantren yang berpartisipasi yakni PP Al-Fatih, Pondok Modern Nurul Asafah Pattallassang, PP Miftahul Ulum Sanrobone, PP Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar, PP Assalam Timbuseng, PPTQ Al-Imam Mangadu, PP Tahfizul Qur'an Ar-Rayyan, PP Nahdatul Ummah, PP Assalamiyah Galesong, PP Tarbiyah Palleko, PPTQ Faliqul Irsyad Banggae, PP Mahyajatul Qurra Lassang, PP Al-Qamar Bajang, PP Babussalam Galut, PP Khaerunnisa Galesong, PP Darul Aman Lengkese, PPLH Puntondo, dan PP Jamal Rahma.

Kemeriahan juga didukung penampilan drum band SDN No. 1 Center Pattallassang dan Drum Band Pondok Pesantren Modern Nurul Asafah. Barisan drum band MTs Mannongkoki menjadi penutup rangkaian pawai.

Usai melepas peserta, Bupati Takalar bersama Forkopimda melanjutkan kunjungan ke area pameran pondok pesantren. Beragam hasil karya ditampilkan, mulai dari produk kreatif santri, karya tulis, kaligrafi, hingga produk kewirausahaan yang dikembangkan di lingkungan pesantren.

Pameran tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga membuka ruang pengembangan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan para santri.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap pesantren semakin berperan sebagai pusat pendidikan, dakwah, pembentukan karakter, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya bagian dari sejarah perjuangan bangsa, melainkan generasi yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan masa depan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Takalar #Muhammad Firdaus Dg Manye