Redaksi
Redaksi

Kamis, 08 Oktober 2026 15:42

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah meninggalkan Partai Golkar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah meninggalkan Partai Golkar.

Sah Gabung Demokrat, Appi Disambut sebagai Keluarga Baru dan Berpotensi Ubah Peta Musda Demokrat Sulsel

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Kepindahannya dinilai dapat mengubah peta Musda Demokrat Sulsel.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Panggung politik Sulawesi Selatan kembali diwarnai manuver besar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah meninggalkan Partai Golkar.

Kepindahan Appi ditandai dengan penyematan jaket Partai Demokrat secara langsung oleh Pengurus DPP Partai Demokrat, Agustinus Tamo Mbapa, di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026) siang.

Prosesi tersebut berlangsung di sela kegiatan Pendidikan Politik Pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Appi tampak mengenakan jaket biru dengan logo bintang mercy sebagai simbol resminya menjadi bagian dari keluarga besar Partai Demokrat.

Penyematan jaket itu disambut hangat jajaran pengurus Demokrat Sulsel.

“Selamat datang di keluarga Partai Demokrat. Selamat datang rumah besar Demokrat Pak Wali,” kata Nu’matullah.

Bergabungnya Appi ke Demokrat bukan keputusan yang tiba-tiba. Sebelum resmi mengenakan atribut partai berlambang bintang mercy tersebut, Appi terlebih dahulu menyatakan mundur dari Partai Golkar.

Surat pengunduran diri itu diserahkan langsung kepada Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), pada 5 Oktober 2026.

Langkah politik tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Appi bersama Partai Golkar, partai yang sebelumnya ia pimpin di tingkat Kota Makassar.

Kini, Appi mengambil langkah baru dengan memilih Demokrat sebagai kendaraan politiknya.

Berpotensi Ubah Peta Politik Demokrat Sulsel

Masuknya Munafri Arifuddin ke Partai Demokrat diperkirakan tidak sekadar menambah kekuatan politik partai di Kota Makassar.

Status Appi sebagai Wali Kota Makassar membuat kepindahannya memiliki bobot politik tersendiri, terutama menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026.

Nama Appi pun mulai mencuat sebagai salah satu figur yang berpotensi mengambil posisi strategis dalam dinamika internal Demokrat Sulsel.

Bahkan, Appi disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang bakal meramaikan bursa pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel.

Jika benar maju dalam kontestasi tersebut, kehadiran Appi berpotensi mengubah peta persaingan menuju Musda.

Dengan modal sebagai kepala daerah di Kota Makassar serta pengalaman memimpin partai di tingkat kota, Appi memiliki basis politik yang dinilai cukup signifikan untuk menjadi salah satu aktor penting dalam menentukan arah Demokrat Sulsel ke depan.

Musda Demokrat Sulsel nantinya bukan hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan figur yang akan membawa partai tersebut menghadapi agenda politik berikutnya di Sulawesi Selatan.

Dengan masuknya Appi hanya beberapa pekan sebelum Musda, perhatian publik pun kini tertuju pada langkah politik selanjutnya dari mantan Ketua DPD II Partai Golkar Makassar tersebut.

Apakah Appi akan sekadar menjadi kader baru Demokrat atau justru langsung mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan partai di Sulsel, jawabannya akan terlihat dalam dinamika menuju Musda 23 Oktober mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Appi #Partai Demokrat

Berita Populer