Redaksi : Sabtu, 03 Oktober 2026 15:04

MAROS, BUKAMATANEWS — Kualitas udara di wilayah Kota Makassar dan Sekitarnya, terpantau berada pada kategori Tidak Sehat berdasarkan hasil pemantauan alat kualitas udara milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar.

Ketua Tim Bidang Meteorologi sekaligus Sub Koordinator Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, mengatakan kondisi tersebut diketahui dari hasil pemantauan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 yang berada di atas ambang kategori baik.

“Berdasarkan alat pemantauan kualitas udara BMKG di Maros, kondisi udara hari ini berada pada level Tidak Sehat, dengan PM2.5 lebih dari 55,5,” kata Rizky.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Tingginya konsentrasi partikulat ini menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pemantauan kualitas udara.

Terkait kondisi tersebut, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pengaruh aktivitas pembakaran lahan dan hutan atau karhutla, maupun emisi kendaraan bermotor.

Rizky mengatakan, kondisi kualitas udara yang tidak sehat bisa dipengaruhi oleh berbagai sumber, termasuk aktivitas pembakaran maupun emisi kendaraan. Namun, diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan sumber utama partikulat yang terpantau di wilayah Maros.

“Bisa jadi (dipengaruhi karhutla ataupun kendaraan),” ujar Rizky.

Menurutnya, data kualitas udara yang menunjukkan peningkatan konsentrasi PM2.5 perlu dilihat bersama dengan kondisi atmosfer dan faktor lingkungan lainnya. Dengan demikian, penyebab tingginya partikulat dapat dianalisis secara lebih akurat.

Kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat juga menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap kondisi atmosfer dan kualitas udara sebagai bagian dari upaya menyediakan informasi yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.