Redaksi
Redaksi

Jumat, 04 September 2026 21:14

Wedding Expo 2026 di Gammara Makassar Padukan Modernitas dan Sakralitas Budaya Sulsel

Wedding Expo 2026 di Gammara Makassar Padukan Modernitas dan Sakralitas Budaya Sulsel

Dengan mengusung semangat perpaduan budaya dan modernitas, Wedding Expo 2026: “Mapabotting Ri Gammara” diharapkan menjadi ruang bagi calon pengantin untuk menemukan berbagai inspirasi sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi pernikahan Sulawesi Selatan dalam kemasan yang relevan dengan perkembangan zaman.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Hotel Gammara Makassar resmi menggelar ajang pameran pernikahan tahunan bertajuk Wedding Expo 2026: “Mapabotting Ri Gammara”, Jumat (4/9/2026). Gelaran ini mengusung perpaduan konsep modern dengan nilai-nilai sakral budaya lokal Sulawesi Selatan.

General Manager Gammara Hotel Makassar, Rizki Amanah Ras, dalam sambutannya menekankan pentingnya menyatukan kekayaan budaya lokal dengan tren pernikahan modern yang terus berkembang.

Menurut Rizki, calon pengantin tidak perlu dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan tradisi atau mengusung konsep modern. Keduanya dapat dipadukan untuk menciptakan pengalaman pernikahan yang berkesan.

“Hari ini, 4 September 2026, Hotel Gammara Makassar membuktikan bahwa modernitas dan budaya bukan lagi pilihan yang harus dipilih salah satunya, melainkan bisa melebur dalam satu kesempurnaan di Gammara,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, Mapabotting merupakan ritual suci pernikahan dua insan dalam tradisi Sulawesi Selatan. Sementara itu, Gammara dimaknai sebagai gambaran keindahan, kemegahan, dan kebaikan yang paripurna.

Untuk mewujudkan konsep pernikahan impian bagi calon pengantin, Gammara Makassar menggandeng sejumlah vendor berpengalaman. Para vendor tersebut siap menerjemahkan filosofi dan kesakralan budaya dari berbagai adat di Sulawesi Selatan, mulai dari Bugis, Mandar, Makassar, hingga Toraja.

Pembukaan Wedding Expo 2026 turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Makassar, M. Irwan Bangsawan, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar.

Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, serta jajaran pengurus Bhayangkari Cabang Kota Makassar.

Sebelum pameran dibuka secara resmi, rangkaian acara diawali dengan persembahan fashion show busana adat Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Baju Bodo yang diperagakan langsung oleh karyawan dan karyawati Hotel Gammara Makassar.

Pernikahan Dinilai Beri Dampak Ekonomi Berantai

M. Irwan Bangsawan secara resmi membuka gelaran Wedding Expo Gammara Hotel bertajuk “Mapabotting ri Gammara”. Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Makassar, Irwan memberikan apresiasi kepada Gammara Hotel Makassar atas inisiatif menghadirkan pameran pernikahan tersebut.

Irwan menilai pernikahan bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan peristiwa sakral yang sekaligus menggerakkan rantai ekonomi yang cukup besar di Kota Makassar.

“Pernikahan adalah peristiwa sakral dan penting yang mempertemukan dua keluarga serta membangun ikatan sosial. Namun di balik perayaan pernikahan, terdapat ekosistem ekonomi yang sangat besar,” ujar Irwan.

Menurutnya, industri pernikahan melibatkan banyak sektor pendukung, mulai dari perhotelan, gedung pertemuan, wedding organizer, dekorasi, tata cahaya, fotografer, videografer, perias, busana pengantin, hingga kuliner dan transportasi.

Seluruh sektor tersebut, kata dia, merupakan bagian integral dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Irwan juga menekankan posisi strategis Kota Makassar sebagai Center Point of Indonesia. Menurutnya, Makassar kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, tetapi juga berkembang menjadi ruang aktivitas bersama atau living room bagi masyarakat.

“Kita perlu membangun sebuah mindset dan ekosistem yang membuat orang berkata: ‘Menikah di Makassar adalah pengalaman yang sangat berkesan’,” tegasnya.

Pemkot Makassar Dorong Industri Pernikahan Berinovasi

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Irwan, berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif, menyediakan infrastruktur, memperkuat promosi destinasi, serta membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha.

Menurutnya, berbagai kegiatan dan acara yang digelar di Makassar dapat memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect), termasuk bagi pelaku UMKM dan masyarakat secara luas.

Irwan pun mengajak seluruh pelaku industri pernikahan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Ia menekankan agar pelaku usaha tidak hanya mengandalkan persaingan harga, tetapi juga mengedepankan kualitas dan pengalaman pelanggan.

“Mari kita tidak hanya bersaing dalam harga, tetapi bersaing dalam kualitas, kreativitas, pelayanan, hospitality, dan profesionalisme. Di era sekarang, masyarakat tidak hanya membeli produk, tetapi membeli pengalaman,” pungkasnya.

Dengan mengusung semangat perpaduan budaya dan modernitas, Wedding Expo 2026: “Mapabotting Ri Gammara” diharapkan menjadi ruang bagi calon pengantin untuk menemukan berbagai inspirasi sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi pernikahan Sulawesi Selatan dalam kemasan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Wedding Expo 2026 #Hotel Gammara Makassar

Berita Populer