Tinjau Puskesmas Angkona, Bupati Luwu Timur Langsung Respon Keluhan Fasilitas Pelayanan
13 September 2026 11:18
Kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembangunan keluarga sekaligus memperluas gerakan pencegahan stunting di Kota Makassar.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan keluarga dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar upaya mencegah gangguan tumbuh kembang anak dapat dilakukan sejak dini dan menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan X yang digelar Anggota DPRD Kota Makassar Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar di Hotel Grand Imawan Makassar, Jalan Pengayoman, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, legislatif dan masyarakat untuk membahas program pembangunan daerah, khususnya pengendalian penduduk, keluarga berencana, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam kegiatan itu adalah pencegahan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Narasumber dari GENTING, Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si., menekankan bahwa persoalan stunting membutuhkan kepedulian lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan masyarakat.
“Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama, karena persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat dan keluarga,” ujar Andi Irwan Bangsawan.
Menurutnya, konsep orang tua asuh dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial untuk membantu keluarga yang masuk dalam kelompok berisiko.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga memastikan keluarga mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak.
“Melalui GENTING, semangat gotong royong dapat diarahkan untuk memberikan perhatian kepada keluarga dan anak yang membutuhkan pendampingan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Penanganan Stunting Tak Cukup dengan Nutrisi
Persoalan stunting juga tidak dapat diselesaikan hanya dengan memastikan anak mendapatkan makanan bergizi.
Fardi, S.Kep., M.Kes., yang menjadi pemateri berikutnya, mengatakan penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, terutama pada masa golden age atau periode emas pertumbuhan anak.
Menurutnya, aspek nutrisi memang penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan pola asuh, kesehatan, stimulasi tumbuh kembang serta lingkungan yang mendukung.
“Penanganan stunting pada anak lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menyangkut pola asuh, kesehatan, stimulasi tumbuh kembang, serta lingkungan yang mendukung,” kata Fardi.
Ia menilai perhatian yang diberikan kepada anak pada usia dini merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Masa golden age harus dimanfaatkan dengan memberikan pengasuhan dan stimulasi yang tepat, sehingga anak memiliki fondasi kesehatan dan kecerdasan yang baik untuk tumbuh menjadi generasi berkualitas,” tuturnya.
Masyarakat Diajak Aktif Kawal Program
Kegiatan yang dipandu moderator Andi Zul Saktriady Kaharuddin tersebut berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdialog mengenai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah pertanyaan mengemuka, termasuk bagaimana memastikan program pencegahan stunting dapat menjangkau keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi maupun pelayanan kesehatan.
Peserta juga mempertanyakan bentuk keterlibatan masyarakat yang dapat dilakukan secara nyata dalam mendukung gerakan pencegahan stunting, khususnya dalam mendampingi keluarga dan anak selama masa pertumbuhan.
Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan program pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan X, DPRD dan pemerintah daerah mendorong agar pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan semakin kuat.
Kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pembangunan keluarga sekaligus memperluas gerakan pencegahan stunting di Kota Makassar.
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak mendapatkan dukungan yang memadai sejak masa pertumbuhan, sehingga dapat tumbuh sehat, cerdas dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
13 September 2026 11:18
13 September 2026 11:11
13 September 2026 10:10
13 September 2026 10:00
13 September 2026 09:53
13 September 2026 09:53
13 September 2026 10:00
13 September 2026 10:10
13 September 2026 11:11
13 September 2026 11:18