Redaksi : Kamis, 27 Agustus 2026 21:23
Presiden Prabowo Subianto

JOMBANG, BUKAMATANEWSPresiden Prabowo Subianto melontarkan permintaan khusus kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf saat membuka Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Di hadapan ribuan muktamirin, Prabowo mengaku ingin memiliki Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu), yang menjadi identitas resmi warga dan pengurus NU.

Bahkan, Prabowo berseloroh siap kembali ke Jombang pada acara penutupan Muktamar NU jika kartu anggota tersebut sudah diterbitkan sebelum agenda penutupan pada 31 Agustus 2026.

“Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta Kartu NU. Jadi masih hutang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan Muktamar ya. Kalau penutupan tanggal 31, kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo dalam suasana pembukaan Muktamar yang dihadiri para ulama, pengurus NU, serta ribuan peserta dari berbagai daerah.

Prabowo: NU Punya Peran Strategis bagi Bangsa

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan besarnya posisi NU dalam menjaga stabilitas dan kehidupan kebangsaan Indonesia.

Menurut dia, kedekatan pemerintah dengan organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan perdamaian nasional.

“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah umara harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyebut NU sebagai salah satu aset bangsa yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan Indonesia.

“Nahdlatul Ulama adalah aset bangsa yang sangat-sangat besar. Sama dengan Muhammadiyah, ojo lali,” katanya.

Akui Peran NU dalam Perjalanan Politiknya

Prabowo juga mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan NU yang menurutnya memiliki arti penting dalam perjalanan hingga dirinya menjadi Presiden RI.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dan memberdayakan NU, termasuk pesantren-pesantren yang berada di bawah naungan NU.

“Saya tidak ragu-ragu, saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah,” ucapnya.

Menurut Prabowo, penguatan organisasi keagamaan dan pesantren merupakan bagian penting dari upaya memperkuat fondasi bangsa.

Prabowo Kenalkan Istilah 'Jas Hijau'

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para ulama yang telah berkontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ia mengutip istilah Jas Merah yang pernah disampaikan Presiden pertama RI Soekarno, yakni pesan agar masyarakat tidak melupakan sejarah.

Namun, Prabowo kemudian memperkenalkan istilah baru yang ia sebut sebagai “Jas Hijau”, sebagai pengingat agar jasa para ulama tidak dilupakan.

“Bung Karno pernah mengatakan Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Hijau, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” kata Prabowo.

Resmi Buka Muktamar Ke-35 NU

Usai menyampaikan sambutan, Prabowo secara resmi membuka Muktamar Ke-35 NU. Prosesi pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk di hadapan ribuan peserta Muktamar.

“Pada sore hari ini, hari Kamis, 27 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian menyampaikan apresiasi terhadap NU dan menegaskan bahwa kekuatan organisasi tersebut memiliki hubungan erat dengan kekuatan Indonesia.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan Prabowo mengenai pentingnya menjaga persatuan dan soliditas NU sebagai bagian dari kekuatan sosial-keagamaan yang turut menopang kehidupan berbangsa dan bernegara.