Redaksi
Redaksi

Sabtu, 01 Agustus 2026 16:27

Tasming Hamid: Pengabdian TRC BPBD Parepare di Garis Depan Bencana Bernilai Amal Jariah

Tasming Hamid: Pengabdian TRC BPBD Parepare di Garis Depan Bencana Bernilai Amal Jariah

Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengapresiasi pengabdian personel TRC BPBD dan mendorong peningkatan kapasitas untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana.

PAREPARE, BUKAMATANEWS — Berada di garis depan saat bencana terjadi bukanlah tugas yang mudah. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare dituntut sigap membantu masyarakat dalam situasi darurat, bahkan ketika keselamatan diri sendiri ikut dipertaruhkan.

Atas dedikasi tersebut, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TRC BPBD. Ia menilai pengabdian mereka bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan yang bernilai ibadah.

Pesan itu disampaikan Tasming saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kemampuan Manajerial TRC BPBD Kota Parepare di Markas BPBD Parepare, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, bersama sejumlah pejabat pemerintah kota.

“Tentu tugas itu sangat mulia,” ujar Tasming.

Menurutnya, personel TRC harus selalu siap bertugas tanpa dibatasi waktu dan tempat. Mereka dituntut hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, termasuk dalam kondisi yang berisiko tinggi.

“Bahkan nyawa pun menjadi taruhannya ketika berada di lapangan. Mereka tidak mengenal waktu dan tempat, namun tetap dituntut menjalankan tugas dengan baik dan tepat,” katanya.

Tasming meyakini, ketulusan dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana menjadi nilai penting dari pengabdian para personel.

“Saya yakin dan percaya personel TRC memiliki niat yang lurus untuk membantu masyarakat. Mudah-mudahan itu menjadi amal jariah untuk kita semua,” ungkapnya.

Perkuat Kemampuan Hadapi Situasi Darurat

Di balik tuntutan untuk bergerak cepat, penanganan bencana membutuhkan kesiapan personel, keterampilan teknis, kemampuan manajerial, serta koordinasi yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas dinilai penting agar TRC mampu menjalankan tugas secara profesional dan efektif.

Tasming mengapresiasi BPBD Parepare yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, pelatihan bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurutnya, bencana dapat terjadi kapan saja dan sulit diprediksi. Oleh sebab itu, personel TRC harus memiliki kesiapan fisik dan mental, memahami prosedur penanganan darurat, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.

“Kecepatan harus selalu diiringi dengan ketepatan, koordinasi, dan keselamatan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, serta memanfaatkan materi, simulasi, dan pengalaman yang diperoleh untuk memperkuat kemampuan dalam menjalankan tugas.

Profesionalisme Diukur dari Kehadiran saat Warga Membutuhkan

Tasming menekankan bahwa kualitas aparatur tidak hanya dilihat dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan administratif. Profesionalisme juga tercermin dari kesiapan memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.

“Profesionalisme aparatur tidak hanya diukur dari kemampuan bekerja, tetapi juga dari kesiapan hadir saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” tutupnya.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Pemerintah Kota Parepare berharap TRC BPBD semakin tangguh, responsif, dan terkoordinasi dalam menjalankan misi kemanusiaan, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan aman ketika bencana terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Wali Kota Parepare Tasming Hamid #Pemkot Parepare

Berita Populer