Redaksi
Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 16:34

Wali Kota Tasming Hamid Luncurkan Literasi Alquran TSM, Siswa Parepare Didorong Tadarus 30 Menit

Wali Kota Tasming Hamid Luncurkan Literasi Alquran TSM, Siswa Parepare Didorong Tadarus 30 Menit

Wali Kota Parepare Tasming Hamid meluncurkan Literasi Alquran TSM dan menyerahkan beasiswa bagi siswa kurang mampu untuk memperkuat pendidikan karakter dan spiritual.

PAREPARE, BUKAMATANEWS — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mendorong penguatan pendidikan karakter dan spiritual sejak bangku sekolah dasar. Melalui program Literasi Alquran TSM (Tadarrus Takhsin Setiap Murid), Pemerintah Kota Parepare ingin memastikan pendidikan tidak hanya melahirkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan nilai moral yang kuat.

Komitmen tersebut disampaikan Tasming saat menghadiri penyerahan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sekaligus peluncuran program Literasi Alquran TSM.

Dalam sambutannya, Tasming menegaskan bahwa pendidikan harus membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan pembentukan karakter. Menurutnya, fondasi tersebut penting untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

"Jadi kita ingin anak-anak kita bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga dalam hal spiritual. Pendidikan spiritual jauh lebih penting dan perlu jadi prioritas," ujar Tasming.

Ia mengatakan, penguatan karakter sejak dini sejalan dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Tasming, generasi unggul tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Penanaman nilai moral, pembiasaan perilaku baik, serta penguatan kehidupan spiritual juga perlu menjadi bagian dari proses pendidikan di sekolah.

Siswa Didorong Tadarus 30 Menit di Sekolah

Sebagai salah satu langkah konkret, Pemkot Parepare mendorong pembiasaan membaca Alquran bagi siswa beragama Islam melalui program Literasi Alquran TSM.

Tasming menjelaskan, program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca Alquran di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan tadarus dapat dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi bagian dari keseharian peserta didik, bukan sekadar kegiatan tambahan.

"Itulah semangat kita untuk kemudian meletakkan fondasi mulai dari tingkat SD dan SMP, minimal tahu mengaji dulu. Bagaimana caranya? Kita ajak anak-anak kita minimal 30 menit melakukan tadarus di sekolah," jelasnya.

Tasming juga menekankan pentingnya penerapan pendidikan spiritual yang menghormati keberagaman agama dan keyakinan peserta didik.

Bagi siswa nonmuslim, sekolah diharapkan menyediakan pembinaan spiritual yang sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Dengan demikian, penguatan karakter dapat berjalan secara inklusif tanpa mengabaikan hak setiap siswa.

Guru Diminta Pastikan Program Berjalan Konsisten

Tasming meminta seluruh guru dan tenaga pendidik di Kota Parepare mengambil peran aktif dalam menyukseskan program Literasi Alquran TSM.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari peluncuran atau pelaksanaan kegiatan di sekolah. Pemerintah membutuhkan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana program tersebut diterapkan dan memberikan manfaat bagi perkembangan karakter siswa.

"Kita mau program keagamaan Tadarrus Takhsin Setiap Murid betul-betul dimaksimalkan. Bukan hanya kegiatan seremonial di sekolah. Ke depan, kita ingin mendapatkan laporan sejauh mana hasil dan manfaat dari program tersebut," tegasnya.

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, Tasming membuka ruang bagi para tenaga pendidik untuk menyampaikan masukan, termasuk kendala yang dihadapi sekolah dan langkah perbaikan yang diperlukan.

Evaluasi berkala dinilai penting untuk mengukur keberlanjutan program sekaligus menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaannya di lingkungan pendidikan.

Melalui evaluasi tersebut, Pemkot Parepare berharap program Literasi Alquran TSM benar-benar menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa dan memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memperkuat pendidikan karakter, Pemkot Parepare juga memberikan perhatian terhadap akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Penyerahan bantuan beasiswa bagi siswa SD dan SMP menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus membantu peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.

Kombinasi bantuan pendidikan dan penguatan literasi keagamaan tersebut mencerminkan upaya Pemkot Parepare dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan nilai moral.

Tasming berharap langkah tersebut dapat menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi muda Parepare yang cerdas, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Wali Kota Parepare Tasming Hamid

Berita Populer