Redaksi : Rabu, 29 Juli 2026 14:10

PINRANG, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pemantauan terhadap aktivitas badut jalanan dan manusia silver di sejumlah titik dalam Kota Pinrang, Selasa malam (28/7/2026).

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengeluhkan aktivitas tersebut karena dinilai mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pinrang, A. Pawelloi Nawir, mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, petugas kembali menemukan aktivitas badut jalanan dan manusia silver di beberapa lokasi yang sebelumnya telah menjadi perhatian masyarakat.

"Pada kesempatan ini kami bersama Satpol PP melakukan pemantauan dan benar ditemukan kembali aktivitas badut dan manusia silver di beberapa titik. Kepada mereka diberikan edukasi dan peringatan agar tidak kembali melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum sebagaimana banyak dikeluhkan masyarakat," ujar Pawelloi, Rabu (29/7/2026)

Menurutnya, fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi, melainkan aktivitas yang terus berulang sehingga membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif dan melibatkan berbagai pihak.

Meski melakukan penertiban, Pemkab Pinrang tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Dinas Sosial tidak hanya memberikan edukasi kepada para pelaku, tetapi juga berupaya mengidentifikasi akar persoalan sosial yang melatarbelakangi aktivitas tersebut.

Berdasarkan pendataan sementara, sebagian besar pelaku diketahui merupakan anak-anak yang telah putus sekolah. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena tidak hanya berkaitan dengan ketertiban umum, tetapi juga masa depan generasi muda.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial akan melakukan pendataan lanjutan untuk mengusulkan anak-anak tersebut mengikuti Program Sekolah Rakyat agar mereka kembali memperoleh akses pendidikan.

"Kita ingin menyelesaikan persoalan ini dari hulunya. Kalau mereka masih usia sekolah, tentu harus kita dorong agar kembali mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan. Harapannya, mereka memiliki pilihan hidup yang lebih baik dibanding harus berada di jalan," kata Pawelloi.

Ia menambahkan, penanganan persoalan ini akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait agar solusi yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berdampak jangka panjang.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap dapat menciptakan suasana kota yang lebih aman, tertib, dan nyaman.

Di sisi lain, anak-anak yang selama ini hidup di jalanan diharapkan memperoleh kesempatan kembali mengenyam pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.