Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 24 Juli 2026 16:22

Kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di lokasi tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat pagi, 24 Juli 2026.
Kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di lokasi tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat pagi, 24 Juli 2026.

Operator Alat Berat di Bone Tewas Tertimbun Longsoran Batu dan Tanah Saat Lakukan Pengerukan

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum insiden terjadi korban tengah melakukan pengerukan menggunakan metode berbentuk "payung", yakni mengambil material dari bagian paling atas tebing tambang sebelum dimuat ke dalam dump truck.

BONE, BUKAMATANEWS - Kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di lokasi tambang galian C di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat pagi, 24 Juli 2026. Seorang operator alat berat bernama Irfan (32) meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah bercampur batu saat sedang melakukan aktivitas pengerukan material tambang.

Korban diketahui mengoperasikan excavator PC 200 merek Hitachi berwarna oranye untuk mengeruk material batu gunung dan sirtu di area tambang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum insiden terjadi korban tengah melakukan pengerukan menggunakan metode berbentuk "payung", yakni mengambil material dari bagian paling atas tebing tambang sebelum dimuat ke dalam dump truck.

Setelah menyelesaikan pemuatan pertama, korban kembali mengoperasikan excavator untuk melakukan pengerukan berikutnya. Namun, secara tiba-tiba tebing tambang yang terdiri dari tanah bercampur batu gunung longsor dan mengarah ke alat berat yang sedang dioperasikannya.

Pemilik lahan tambang, Alyas, mengaku sebelum kejadian para pekerja telah mengingatkan korban agar tidak lagi melakukan pengerukan di bagian atas tebing karena dinilai berbahaya.

"Awalnya memang sudah dilarang ke atas sama para pekerja karena kondisinya memang sudah membahayakan. Tapi dia tetap melanjutkan pekerjaan. Saat longsor terjadi, korban sempat melompat keluar dari alat berat, namun tetap tertimpa material longsor," ujar Alyas.

Melihat kejadian tersebut, para pekerja yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha mengevakuasi korban dari timbunan tanah dan batu. Namun nahas, saat berhasil dievakuasi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolsek Barebbo, AKP Muhlis, mengatakan, pihaknya bersama unsur Tripika langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.

"Korban bernama Irfan, berusia 32 tahun. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Saat ini personel masih mengumpulkan keterangan para saksi dan melakukan olah TKP," kata AKP Muhlis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, personel Polres Bone turut diterjunkan untuk membantu proses penyelidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami penyebab pasti terjadinya longsor, termasuk menelusuri apakah prosedur keselamatan kerja telah diterapkan dalam aktivitas penambangan tersebut. (*)

Penulis : Choys
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kecelakaan kerja #Operator alat berat tewas di Bone #Polres Bone #tambang galian c