Pemprov Sulsel Perkuat Kualitas Data, ASN Diskominfo Ikuti Bimtek Metadata dan Rekomendasi Statistik
bimtek tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyelenggara Satu Data Indonesia di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Diskominfo SP sebagai Wali Data.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) melalui peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya dengan mengikutsertakan ASN Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Sulsel dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Metadata dan Rekomendasi Statistik yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 di Kantor BPS Provinsi Sulawesi Selatan dan dibuka oleh Kepala BPS Sulsel, Aryanto. Kegiatan ini membahas penyusunan metadata statistik sektoral, mekanisme rekomendasi statistik, analisis data, pengolahan data, penyusunan infografis, dashboard, publikasi data, hingga pengembangan aplikasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola data pemerintah yang berkualitas.
Plt Kepala Diskominfo SP Sulsel, Muhammad Salim Basmin, mengatakan bimtek tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyelenggara Satu Data Indonesia di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Diskominfo SP sebagai Wali Data.
"Bimtek ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan dalam pengimplementasian tahapan-tahapan penyelenggaraan statistik sektoral yang nantinya memudahkan penyediaan data dan informasi serta mendorong kolaborasi aktif untuk meningkatkan kualitas statistik di lingkup instansi maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan bimtek dapat menghasilkan sejumlah capaian penting, mulai dari meningkatnya pemahaman mengenai tahapan penyelenggaraan statistik sektoral, meningkatnya kualitas data statistik sektoral secara berkelanjutan, hingga mendukung terwujudnya Reformasi Birokrasi, Satu Data Indonesia, dan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, serta efisien.
Statistisi Ahli Muda Diskominfo SP Sulsel, Andi Diah Ismiranti Baso, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara BPS sebagai pembina data statistik dan Diskominfo SP Sulsel sebagai Wali Data Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan seluruh bidang di Diskominfo SP Sulsel dilibatkan dalam bimtek sesuai tugas dan fungsinya, mulai dari bidang statistik, hubungan masyarakat, aplikasi informatika, sekretariat melalui PPID, hingga bidang persandian yang berkaitan dengan keamanan data.
"Sehingga semua bidang ada yang mewakili ikut kegiatan ini, jadi bukan hanya teori tetapi langsung praktik," katanya.
Menurut Andi Diah, selama lima hari peserta memperoleh materi mengenai analisis data, penyusunan metadata, rekomendasi statistik, pengolahan data, pembuatan infografis, dashboard, publikasi data, hingga eksplorasi data dan pengembangan aplikasi. Selain Diskominfo SP Sulsel, peserta juga berasal dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan sebagai objek penyusunan metadata.
Sementara itu, Fungsional Pranata Humas Pertama Diskominfo SP Sulsel, Rezhita Adityana Akhmad, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan akan menjadi bekal dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara BPS sebagai pembina data statistik dengan perangkat daerah menjadi faktor penting agar penyelenggaraan statistik sektoral berjalan sesuai standar nasional.
"Harapannya, ilmu yang kami peroleh dapat diimplementasikan di unit kerja masing-masing sehingga kualitas pengelolaan data semakin baik dan mampu mendukung penyusunan kebijakan yang berbasis data," tambahnya.
Melalui peningkatan kapasitas ASN secara berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen memperkuat implementasi Satu Data Indonesia dengan menghadirkan data yang akurat, terintegrasi, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang efektif. (*)
News Feed
Berita Populer
23 Juli 2026 00:27
23 Juli 2026 12:30
23 Juli 2026 12:39
23 Juli 2026 15:14
