Dewi Yuliani : Kamis, 23 Juli 2026 18:55
Pelepasan ekspor PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) pada Kamis, 23 Juli 2026,

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan pelepasan ekspor PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) pada Kamis, 23 Juli 2026, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulsel Fatmawati Rusdi, Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki E Wimanda, serta stakeholder terkait.

Pada kesempatan tersebut, OSP Farm, UMKM asal Kabupaten Luwu yang bergerak di bidang komoditas kemiri, kembali merealisasikan ekspor sebanyak 10,2 ton kemiri ke Jeddah, Arab Saudi, melanjutkan ekspor perdana sebanyak 10 ton pada awal tahun 2026. Dengan realisasi tersebut, total ekspor OSP Farm telah mencapai sekitar 20 ton, atau seperempat dari komitmen ekspor sebesar 80 ton dalam kurun waktu dua tahun.

"Hal ini tidak hanya memperluas akses pasar internasional bagi UMKM, tetapi juga memberikan dampak positif bagi petani lokal melalui meningkatnya permintaan terhadap bahan baku kemiri," ujar Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki E Wimanda.

Rizki mengungkapkan, keberhasilan OSP Farm merupakan hasil dari pendampingan intensif melalui program UMKM REWAKO Ekspor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel. Melalui program tersebut, OSP Farm memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, serta fasilitasi keikutsertaan dalam ajang pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) dan kegiatan Anging Mamiri Business Fair (AMBF) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BI Sulsel.

"Rangkaian pembinaan tersebut berhasil mempertemukan OSP Farm dengan buyer internasional hingga menghasilkan kontrak ekspor yang saat ini mulai direalisasikan secara bertahap," ujarnya.

Capaian ini, lanjut Rizki, menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan mampu menghubungkan UMKM dengan pasar global, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Ke depan, Kantor Perwakilan BI Sulsel akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta seluruh stakeholder terkait dalam mendorong pengembangan UMKM di Provinsi Sulsel, baik melalui program UMKM REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable) maupun program pengembangan UMKM lainnya yang mencakup peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar, sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," bebernya. (*)