Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 29 Juli 2026 21:27

Kantor Perwakilan BI Sulsel menggelar Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) X, South Sulawesi Digital Festival (SSDF), dan Wastra Heritage Market 2026, yang berlangsung di Mal Ratu Indah Makassar, pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kantor Perwakilan BI Sulsel menggelar Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) X, South Sulawesi Digital Festival (SSDF), dan Wastra Heritage Market 2026, yang berlangsung di Mal Ratu Indah Makassar, pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Perluas Akses Pasar Produk Unggulan Daerah, BI Sulsel Gelar KKS X, SSDF, dan Wastra Heritage Market 2026

Melalui sinergi antara promosi produk kreatif, digitalisasi, dan pelestarian budaya, BI Sulsel berharap daya saing UMKM lokal semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel terus memperkuat peran sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) X, South Sulawesi Digital Festival (SSDF), dan Wastra Heritage Market 2026, yang berlangsung di Mal Ratu Indah Makassar, pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam memperluas akses pasar produk unggulan daerah sekaligus mempercepat transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui sinergi antara promosi produk kreatif, digitalisasi, dan pelestarian budaya, BI Sulsel berharap daya saing UMKM lokal semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Rezki Ernandi Wimanda, mengatakan, sektor ekonomi kreatif kini memiliki peran strategis sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Selain mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, sektor ini juga memperkuat identitas budaya bangsa sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, potensi ekonomi kreatif di Sulsel sangat besar, terutama pada subsektor wastra, kriya, kuliner, hingga berbagai produk berbasis inovasi digital.

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pemasaran menjadi langkah penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Ekonomi kreatif bukan hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana menjaga warisan budaya sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Melalui KKS X, SSDF, dan Wastra Heritage Market, kami ingin mempertemukan kreativitas, budaya, serta teknologi dalam satu ekosistem yang saling menguatkan," ujar Rezki.

Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan berbagai produk unggulan UMKM Sulsel, mulai dari kain tradisional (wastra), produk kerajinan, fesyen, kuliner, hingga inovasi digital.

Selain pameran, sejumlah agenda pendukung seperti business matching, edukasi digitalisasi, promosi transaksi non-tunai, serta berbagai kegiatan interaktif juga digelar untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.

Bank Indonesia menilai digitalisasi menjadi salah satu kunci utama dalam memperluas jangkauan pasar UMKM. Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan efisiensi bisnis, memperluas jaringan pemasaran, serta menjangkau konsumen yang lebih luas.

Penyelenggaraan KKS X, SSDF, dan Wastra Heritage Market 2026 juga menjadi wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan menggabungkan kekuatan budaya lokal, kreativitas, dan transformasi digital, BI Sulsel optimistis UMKM Sulawesi Selatan mampu naik kelas dan menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#BI Sulsel #Bank Indonesia #KKS X #SSDF #Wastra Heritage Market 2026

Berita Populer