Tidak Termasuk Sulsel, Berikut Lima Daerah dengan Realisasi Investasi Terbesar di Indonesia
Realisasi investasi hilirisasi pada Triwulan II mencapai Rp152,7 triliun atau meningkat 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bauksit menjadi komoditas hilirisasi terbesar, menggantikan nikel yang sebelumnya selalu mendominasi.
JAKARTA, BUKAMATANEWS - Pemerintah terus berupaya menjaga momentum investasi melalui penyederhanaan perizinan dan penguatan ekosistem investasi. Pemerintah juga mempercepat pembangunan kawasan industri, hilirisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Maluku Utara, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah. Adapun total realisasi investasi Indonesia pada Triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Nilai tersebut meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat capaian tersebut menyerap 742.293 tenaga kerja Indonesia. Pemerintah menilai pertumbuhan investasi tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, mengatakan, investasi asing Triwulan II menunjukkan perubahan komposisi negara investor. Hong Kong untuk pertama kalinya menjadi penyumbang investasi asing terbesar dalam satu dekade.
"Di kuartal kedua ini untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Tiongkok investasinya lebih agresif melalui Hongkong. Sehingga posisi pertama dari PMA (Penanaman Modal Asing) di kuartal kedua ini ditempati oleh Hongkong dengan USD5 miliar," ujar Rosan dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.
Pada Triwulan II 2026, realisasi PMA mencapai Rp257,7 triliun atau 50,4 persen dari total investasi. Sementara PMDN tercatat sebesar Rp254,1 triliun atau 49,6 persen. Investasi di luar Pulau Jawa tetap mendominasi dengan nilai Rp256,5 triliun atau 50,1 persen. Lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Maluku Utara, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.
Realisasi investasi hilirisasi pada Triwulan II mencapai Rp152,7 triliun atau meningkat 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bauksit menjadi komoditas hilirisasi terbesar, menggantikan nikel yang sebelumnya selalu mendominasi.
"realisasi investasi di bidang hilirisasi untuk triwulan kedua ini angkanya Rp152,7 triliun atau meningkat 5,7 persen (YoY). Total realisasi investasinya ini hampir mencapai 30 persen atau 29,8 persen dari total realisasi investasi di triwulan kedua tahun 2026,” ucap Rosan.
Rosan menyebut, bauksit kini menjadi komoditas hilirisasi dengan nilai investasi terbesar, menggantikan posisi nikel yang sebelumnya selalu mendominasi. Perubahan tersebut didorong meningkatnya pembangunan proyek hilirisasi bauksit oleh penanam modal dalam negeri maupun asing.
Untuk pertama kalinya, bauksit menempati posisi teratas sebagai penyumbang investasi hilirisasi nasional pada triwulan kedua 2026. Pemerintah tetap mendorong pengembangan hilirisasi komoditas lain, termasuk kelapa sawit, guna memperluas nilai tambah industri nasional.
Rosan menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum investasi melalui penyederhanaan perizinan dan penguatan ekosistem investasi. Pemerintah juga mempercepat pembangunan kawasan industri, hilirisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor. (*)
News Feed
Luwu Timur Jadi Rujukan Studi Komparatif Penerapan Absensi Digital ASN
20 Juli 2026 16:52
BREAKING NEWS! KPK OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini
20 Juli 2026 16:34
Berita Populer
20 Juli 2026 00:50
20 Juli 2026 00:45
20 Juli 2026 10:54
Pemkot Makassar Apresiasi Dispora, Kesuksesan PARAGA 2026 Jadi Momentum Perluas Olahraga Rekreasi
20 Juli 2026 10:58
20 Juli 2026 11:16
