JAKARTA, BUKAMATANEWS – Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kursi kosong peninggalan Rusdi Masse (RMS) di Senayan akhirnya terjawab. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menyodorkan nama pengusaha sekaligus politisi perempuan, Putri Dakka, ke meja Ketua DPR RI sebagai pengganti antarwaktu (PAW) dari Fraksi Partai NasDem untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan III.
Langkah ini diambil setelah KPU merampungkan proses verifikasi ketat terhadap data perolehan suara Pemilu Legislatif 2024 lalu. Hasilnya, Putri Dakka yang mengantongi modal besar lebih dari 53.700 suara keluar sebagai pemilik hak sah atas kursi tersebut, mengungguli sejumlah figur senior di internal partai.
Modal 53 Ribu Suara Menuju Senayan
Secara regulasi, penetapan Putri Dakka memang tidak mengejutkan. Berdasarkan rekapitulasi resmi Pemilu 2024, raihan suara srikandi asal Luwu Raya ini berada di posisi ketiga di Dapil Sulsel III, tepat di bawah Rusdi Masse dan Eva Stevany Rataba.
Saat Rusdi Masse memutuskan hengkang dan menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Januari 2026 lalu, nama Putri Dakka otomatis mencuat sebagai suksesor tunggal yang paling berhak secara konstitusi. Raihan suaranya yang fantastis terbukti tak terkejar oleh rival separtainya seperti Aslam Patonangi, Hayarna Hakim Basmin, dan Judas Amir.
Komisioner KPU RI, Idham Holik, menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi administrasi telah rampung. Putri Dakka dinyatakan memenuhi semua syarat legalitas untuk mengemban sisa masa jabatan periode 2024–2029.
"Caleg dalam DCT tersebut (Putri Dakka) dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administratif. Surat usulannya sudah kami kirimkan ke Ketua DPR RI sejak pertengahan Juni 2026 lalu," ungkap Idham, Senin (13/7/2026).
Idham juga menambahkan bahwa dalam urusan pergantian ini, KPU bergerak murni menjalankan fungsi administratif-verifikatif sesuai dengan amanat UU MD3 dan PKPU Nomor 3 Tahun 2025.
Meski lampu hijau dari KPU sudah menyala terang, elite Partai NasDem tampaknya masih memilih untuk irit bicara mengenai detail pelantikan kader perempuannya ini. Hingga berita ini diturunkan, Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Taslim maupun Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif belum memberikan respons resmi terkait proses transisi kursi ini.
Kendati demikian, bungkamnya elite partai tidak menghambat proses birokrasi di parlemen. Agenda pelantikan Putri Dakka kini dipastikan tinggal menunggu waktu dan penyesuaian jadwal dari kesekretariatan DPR RI. Masuknya Putri Dakka diproyeksikan akan memperkuat representasi politisi perempuan asal Sulawesi Selatan di kancah nasional.
TAG
BERITA TERKAIT
-
SP3 Terbit, Tuduhan Tetap Digulirkan: Kuasa Hukum Putri Dakka Soroti Dugaan Penggiringan Opini
-
Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Sulsel Cabut Status Tersangka Putri Dakka
-
Peluang Putri Dakka Gantikan RMS Terbuka, Pengamat: NasDem Wajib Taat Suara Rakyat
-
Putri Dakka Bantah Isu Mundur dari NasDem: Tak Pernah Dipecat, Tak Pernah Pindah Partai
-
Putri Dakka Laporkan Akun Instagram Terkait Dugaan ITE, Pengacara Siap Kawal