Redaksi : Senin, 13 Juli 2026 20:24

PINRANG, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Pinrang bergerak cepat mengantisipasi ancaman musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak kekeringan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian, memicu gagal panen, hingga mengancam ketahanan pangan daerah.

Sebagai daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, Pinrang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Karena itu, berbagai unsur teknis dan pemangku kepentingan langsung dikonsolidasikan guna menyusun strategi penanganan kekeringan secara terpadu.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan yang digelar di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Senin (13/7/2026).

Rapat ini mempertemukan seluruh pihak yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan pertanian dan sumber daya air, mulai dari penyuluh pertanian, petugas pengairan, hingga pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, A. Sinapati Rudy, menegaskan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini sebelum dampak musim kemarau semakin meluas.

Menurutnya, seluruh potensi yang dimiliki pemerintah daerah harus dimaksimalkan agar petani tetap dapat berproduksi meski menghadapi keterbatasan pasokan air.

"Kita harus bergerak bersama. Seluruh pihak terkait harus memperkuat koordinasi, memanfaatkan seluruh potensi yang ada, serta mengambil langkah-langkah cepat agar para petani tidak mengalami kerugian akibat kekeringan," ujar Sinapati Rudy.

Ia menilai penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi lintas instansi agar distribusi air irigasi dapat berjalan efektif dan kebutuhan petani di lapangan dapat segera direspons.

Sinergi antara Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Unit Pelaksana Teknis Sumber Daya Air, Unit Pelaksana Operasi (UPO), hingga Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian selama musim kemarau.

Selain mengoptimalkan jaringan irigasi, pemerintah juga mendorong pemanfaatan seluruh sumber air yang tersedia serta percepatan penerapan langkah-langkah teknis sesuai kondisi di masing-masing wilayah.

Melalui koordinasi yang intensif, Pemkab Pinrang berharap distribusi air dapat dilakukan secara lebih efisien sehingga lahan pertanian produktif tetap terairi dan risiko kekeringan dapat ditekan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian, meminimalkan potensi gagal panen, melindungi pendapatan petani, serta memastikan ketahanan pangan Kabupaten Pinrang tetap terjaga di tengah tantangan perubahan musim.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri para Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kepala UPT Sumber Daya Air, Kepala Unit Pelaksana Operasi (UPO), serta Koordinator POPT Kabupaten Pinrang sebagai bagian dari penyusunan strategi bersama menghadapi musim kemarau tahun 2026.