Disdukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan
14 Juli 2026 19:03
Meski terus diterpa kritik dan polemik sepanjang turnamen, Argentina tetap berhasil menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia.
BUKAMATANEWS - Perjalanan Timnas Argentina menuju babak semifinal Piala Dunia 2026 tak hanya diwarnai performa impresif di atas lapangan, tetapi juga rentetan kontroversi yang memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola dunia. Sejak fase grup hingga perempat final, sejumlah keputusan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) terus menjadi sorotan, membuat langkah sang juara bertahan tak pernah lepas dari polemik.

Di tengah kritik tersebut, Argentina tetap menunjukkan mental juara. Pasukan Lionel Scaloni sukses melaju ke semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun sejak menjuarai Piala Dunia edisi sebelumnya.
Sorotan terbesar tentu mengarah kepada Lionel Messi. Meski telah berusia 39 tahun, kapten Albiceleste masih tampil luar biasa dengan koleksi delapan gol sepanjang turnamen. Namun, ketajaman La Pulga justru berjalan beriringan dengan berbagai insiden yang memancing kontroversi.
Berikut deretan momen yang menjadi perdebatan sepanjang perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026.
1. Insiden Messi vs Aissa Mandi di laga pembuka
Kontroversi pertama muncul saat Argentina menghadapi Aljazair pada pertandingan pembuka fase grup.
Dalam sebuah duel, Lionel Messi terlihat menginjak betis bek Aljazair, Aissa Mandi. Insiden tersebut tidak berujung kartu dari wasit sehingga memicu reaksi keras di media sosial.
Banyak penggemar membandingkan keputusan tersebut dengan kasus lain yang berujung kartu merah, termasuk pelanggaran yang pernah dilakukan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Tak lama berselang, polemik kembali muncul ketika Argentina menghadapi Austria. Gol pembuka Messi dinilai kontroversial karena dalam proses serangan Alexis Mac Allister dianggap lebih dulu melanggar Xaver Schlager. Namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
2. Tiga keputusan kontroversial saat menghadapi Cape Verde
Laga babak 32 besar melawan Cape Verde menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak menuai kritik terhadap kepemimpinan wasit.
Kontroversi pertama terjadi ketika kiper Cape Verde, Vozinha, masih sibuk mengatur pagar betis saat Messi dengan cepat mengeksekusi tendangan bebas. Beruntung, Vozinha masih mampu menggagalkan peluang tersebut.
Insiden berikutnya muncul ketika bola mengenai tangan Facundo Medina saat Cape Verde membangun serangan balik. Wasit memutuskan permainan tetap berlanjut dan tidak menganggapnya sebagai handball.
Polemik ketiga terjadi saat Nicolas Tagliafico mendapatkan perawatan medis di tepi lapangan. Berdasarkan prosedur pertandingan, pemain yang mendapat perawatan biasanya harus menunggu izin sebelum kembali masuk. Namun Tagliafico langsung melanjutkan permainan tanpa menunggu lebih lama, memunculkan pertanyaan mengenai penerapan aturan.
3. Drama VAR saat Argentina menyingkirkan Mesir
Pertandingan babak 16 besar kontra Mesir disebut banyak pihak sebagai laga paling kontroversial yang melibatkan Argentina sepanjang turnamen.
Mesir sempat unggul 2-0 sebelum VAR menganulir gol Mostafa Ziko karena dinilai terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Di sisi lain, beberapa insiden yang melibatkan pemain Argentina tidak mendapat tinjauan serupa. Alexis Mac Allister sempat menarik jersey Hamdy Fathy dalam proses serangan, sementara Julian Alvarez juga dinilai menjatuhkan Mohamed Salah di dalam kotak penalti. Kedua kejadian tersebut tidak berujung pemeriksaan VAR maupun hadiah penalti.
Terlepas dari kontroversi itu, Argentina berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dan menang dramatis 3-2 untuk mengamankan tiket ke perempat final.
4. Kartu merah Breel Embolo jadi perdebatan
Kontroversi kembali terjadi saat Argentina bertemu Swiss di babak perempat final.
Insiden bermula pada menit ke-72 ketika Leandro Paredes dan Breel Embolo terlibat duel keras. Wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Paredes.
Namun setelah melakukan peninjauan melalui VAR, keputusan berubah. Kartu kuning dialihkan kepada Embolo. Karena penyerang Swiss itu sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning, keputusan tersebut otomatis membuatnya menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan.
Swiss pun terpaksa melanjutkan pertandingan hanya dengan 10 pemain, situasi yang semakin memanaskan perdebatan mengenai konsistensi penggunaan VAR di Piala Dunia 2026.
Meski terus diterpa kritik dan polemik sepanjang turnamen, Argentina tetap berhasil menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia. Kini, Albiceleste bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak semifinal, sementara kontroversi yang mengiringi perjalanan mereka masih menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola dunia.