Redaksi : Minggu, 28 Juni 2026 20:32

LUTRA, BUKAMATANEWS – Suasana pembagian rapor di SMPN 4 Masamba, Kabupaten Luwu Utara, tampak berbeda dari biasanya.

Jika umumnya ruang kelas didominasi oleh kaum ibu, kali ini terlihat sejumlah figur ayah yang meluangkan waktu mendatangi sekolah mendampingi anak-anak mereka menerima laporan hasil belajar dari wali kelas masing-masing.

Kehadiran para ayah ini bukan tanpa alasan. Aksi ini merupakan bentuk implementasi langsung dari imbauan Bupati Luwu Utara terkait Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah.

Menariknya, di antara barisan orangtua yang hadir, tampak sejumlah ASN Pemda Luwu Utara ikut mendampingi anak masing-masing di dalam kelas, sambil mengantre menerima rapor.

Beberapa ASN yang terlihat hadir di antaranya Kasatpol-PP Ari Setiawan, Sekretaris Diskominfo-SP Anshar, Kepala Sekolah Rakyat Nasran, Kepala UPT Pariwisata Lukman, ASN Distransnaker Ilfan, serta sejumlah ASN lainnya.

Kehadiran para ASN ini menjadi contoh nyata bahwa seorang ayah juga memiliki perhatian yang berlebih terhadap perkembangan akademis sang anak.

Kepala DP3AP2KB, melalui Sekretaris DP3AP2KB Muhammad Fajar, menjelaskan bahwa esensi dari gerakan ini adalah untuk mengukur dan memaksimalkan kualitas kehadiran figur ayah.

“Gerakan ayah mengambil rapor di sekolah ini bertujuan untuk memaksimalkan kehadiran dan kepedulian sang ayah kepada anaknya,” ucap Fajar yang juga terlihat memantau di SMPN 4.

“Kita ingin melihat sejauh mana kedekatan emosional, dan sedekat apa ayah mereka sama sang anak dalam mendukung pendidikannya,” sambung Muhammad Fajar.

Melalui gerakan ini, kata dia, paradigma pengasuhan yang selama ini dibebankan kepada para ibu dapat bergeser menjadi tanggung jawab yang seimbang.

“Kehadiran fisik dan mental seorang ayah saat pembagian rapor memberikan suntikan moral dan rasa percaya diri yang luar biasa bagi anak,” jelas Fajar.

Sebelumnya, Bupati Luwu Utara mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B/400.13.42/1/DP3AP2KB tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah serta Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

Gerakan ini diinisiasi untuk mengembalikan peran penting ayah dalam pengasuhan, sekaligus jadi ruang refleksi yang mendalam bagi setiap orangtua, khususnya para kepala keluarga. (LHr)