MAROS, BUKAMATANEWS - Keberhasilan Kabupaten Maros meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis (TB) melalui inovasi Sipakatau menjadi sorotan dalam ajang penghargaan Tribun Network di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Program yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor itu berhasil mendongkrak angka penemuan kasus suspek TB dari sekitar 30 persen menjadi 47,65 persen.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, inovasi Sipakatau atau Strategi Akselerasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis di Kabupaten Maros lahir sebagai respons atas tingginya jumlah penderita dan suspek TB di daerah tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya bertugas membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal.
"Kita berharap kerja-kerja pemerintah bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat. Itu merupakan kerja penting yang harus dilakukan," ujar Chaidir.
Program Sipakatau sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Maros terhadap target nasional eliminasi tuberkulosis yang menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan pemerintah pusat.
Libatkan Pelajar hingga Pemerintah Desa
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Pemkab Maros menerbitkan Peraturan Bupati pada 2025 sebagai dasar hukum strategi penanganan TB.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengukuhkan Duta Sipakatau yang melibatkan pelajar SMA di 14 kecamatan serta 103 desa dan kelurahan sebagai agen edukasi di lingkungan masing-masing.
Menurut Chaidir, pendekatan tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga tokoh masyarakat agar upaya penemuan kasus dapat menjangkau lebih banyak warga.
"Kita libatkan stakeholder, termasuk remaja-remaja di 14 kecamatan dan 103 desa. Kemudian lahir peraturan desa yang mendukung strategi penanganan TB di masing-masing wilayah," katanya.
Selain edukasi, pemerintah mengoptimalkan peran kader kesehatan untuk melakukan pelacakan aktif terhadap warga yang memiliki gejala tuberkulosis sehingga proses pemeriksaan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat.
Target Penemuan Kasus Tembus 100 Persen
Chaidir mengungkapkan hasil program Sipakatau mulai terlihat dalam dua tahun terakhir. Jika pada periode 2022–2024 angka penemuan suspek TB hanya berkisar 30 persen, kini meningkat menjadi 47,65 persen.
Pemerintah Kabupaten Maros optimistis angka tersebut terus meningkat hingga akhir 2026.
"Alhamdulillah dengan strategi ini sampai sekarang sudah kita temukan 47,65 persen. Kita berharap sampai akhir tahun bisa mencapai 90 persen bahkan 100 persen sehingga penanganan dan penyembuhan masyarakat bisa kita kawal," ujarnya.
Hilangkan Stigma, Jaga Privasi Pasien
Meski menunjukkan hasil positif, Chaidir mengakui tantangan terbesar dalam pengendalian TB bukan hanya pada layanan kesehatan, melainkan juga stigma yang masih melekat di masyarakat.
Masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena malu atau menganggap batuk berkepanjangan sebagai penyakit biasa.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Maros menghadirkan layanan pemeriksaan dengan ruang khusus bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk sehingga privasi pasien tetap terjaga.
"Kita buat pojok tersendiri sehingga mereka tidak malu. Privasi pasien tetap terjaga karena hanya dokter, perawat, dan pasien yang mengetahui kondisi tersebut," jelasnya.
Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas
Di luar upaya pengendalian TB, Chaidir menegaskan Pemerintah Kabupaten Maros tetap menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pengalokasian anggaran daerah.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan agar pembangunan daerah berlangsung secara berkelanjutan.
"Kita terus berupaya menjaga kesehatan dan pendidikan di Maros. Karena itu anggaran pada kedua sektor tersebut cukup besar, namun pembangunan infrastruktur prioritas tetap berjalan," tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Chaidir Syam Raih Pemred Award 2026, Dinobatkan sebagai Bupati Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi
-
Pemkab Maros Mulai Genjot Proyek Jalan, Ruas Kuri Caddi Senilai Rp1,18 Miliar Siap Dikerjakan
-
Dari PENAS XVII Gorontalo, Maros Bidik Investasi Rp53 Miliar untuk Dorong Industri Jagung
-
379 Petugas Turun ke Lapangan, Maros Mulai Sensus Ekonomi 2026 untuk Petakan Kekuatan Daerah
-
Menteri Haji Takziah ke Rumah Jemaah Maros yang Wafat di Tanah Suci, Tegaskan Negara Hadir untuk Keluarga Haji