TAKALAR, BUKAMATANEWS — Kawasan Parialau di Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, perlahan menjelma menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat Takalar. Pesona matahari terbenam, hamparan rumput hijau, serta suasana pesisir yang tenang menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga titik tumbuh ekonomi warga.
Komitmen pengembangan kawasan tersebut menjadi perhatian Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Ia menilai Parialau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Daeng Manye dalam suasana santai saat menghadiri kegiatan bersama awak media yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Takalar beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Parialau bukan sekadar kawasan pesisir biasa, melainkan aset daerah yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Takalar.
“Pemerintah Kabupaten Takalar akan terus berkomitmen mendorong tumbuhnya kawasan wisata yang aman, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci utama,” ujar Daeng Manye.
Parialau berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Takalar dan dapat diakses melalui jalur utama Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan Poros Galesong–Makassar.
Kawasan ini menawarkan pemandangan khas pesisir dengan hamparan rumput luas yang berpadu dengan area empang. Saat sore hari, lokasi tersebut ramai dikunjungi warga, terutama kalangan muda yang ingin menikmati panorama matahari terbenam.
Kini, Parialau tidak hanya menjadi tempat menikmati keindahan alam. Kawasan itu mulai berkembang sebagai ruang interaksi masyarakat. Anak-anak bermain di tepian, pengunjung menikmati suasana senja, sementara pelaku UMKM menjajakan berbagai produk lokal.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi warga mulai terlihat di sepanjang jalur pesisir. Warung kecil, pedagang makanan, hingga usaha kuliner lokal ikut bergerak seiring meningkatnya jumlah pengunjung.
Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan sektor wisata mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pada Kamis malam (18/6/2026), Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye kembali hadir menyapa masyarakat di kawasan Parialau. Tanpa seremoni besar, ia duduk bersama warga, menikmati hidangan lokal, berdialog dengan pedagang, serta melihat langsung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran pemimpin di tengah ruang ekonomi rakyat dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat.
Parialau saat ini tengah diarahkan menjadi kawasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan sosial dan penggerak ekonomi lokal.
Dengan konsep wisata berbasis masyarakat, kawasan pesisir tersebut diharapkan mampu menjadi contoh bahwa pertumbuhan ekonomi dapat lahir dari potensi sederhana yang dikelola secara konsisten.
Bagi masyarakat Takalar, Parialau bukan lagi sekadar tempat menikmati senja. Kawasan ini perlahan tumbuh menjadi ekosistem wisata yang mempertemukan alam, warga, dan peluang ekonomi dalam satu ruang yang sama.
BERITA TERKAIT
-
Takalar Raih Peringkat III Nasional Pengendalian Inflasi, Terima Insentif Fiskal Rp1 Miliar
-
Menuju Takalar Digital: Bupati Daeng Manye Lobi Komdigi Berantas ‘Blank Spot’ & Matangkan Layanan 112
-
Wujud Empati, Daeng Manye Hadiri Langsung Rumah Duka Mertua Sekda Takalar
-
Harkitnas 2026, Pemkab Takalar Dorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
-
Hardiknas 2026 di Takalar Berlangsung Khidmat, Tampilkan Keberagaman Budaya dan Semangat Pendidikan