Sawah Siap Tanam Terendam, Ratusan Jiwa di Luwu Utara Terancam Krisis Pangan
Selain melumpuhkan sektor pertanian, luapan air sungai juga mengepung pemukiman. Setidaknya 21 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 180 jiwa terdampak langsung oleh genangan air setinggi 30 hingga 70 sentimeter.
LUTRA, BUKAMATANEWS — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana. Sebanyak 300 hektar lahan pertanian warga di Desa Tingkara, Kecamatan Malangke, kini tenggelam dan terancam gagal panen total (fuso).

Bencana ini memukul telak urat nadi perekonomian warga setempat. Berdasarkan data asesmen cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, kerugian material di sektor pertanian diperkirakan menembus angka ratusan juta rupiah.
Selain melumpuhkan sektor pertanian, luapan air sungai juga mengepung pemukiman. Setidaknya 21 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 180 jiwa terdampak langsung oleh genangan air setinggi 30 hingga 70 sentimeter. Di antara para korban, terdapat kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak balita yang kini harus bertahan di tengah keterbatasan.
Secara geografis, Desa Tingkara memang berada di dataran rendah yang bertetangga langsung dengan aliran sungai. Kondisi ini membuatnya menjadi langganan banjir kiriman dari wilayah hulu setiap kali curah hujan di area pegunungan meningkat tajam.
Pemkab Salurkan Bantuan Darurat
Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, meninjau langsung titik banjir di Desa Tingkara pada Senin (25/05/2026). Didampingi Kepala Pelaksana BPBD, Andi Rahim mendatangi posko darurat untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terisolasi.
"Kehilangan mata pencaharian sementara akibat sawah yang terendam adalah ujian berat. Kami hadir untuk memastikan pemerintah daerah mendampingi warga hingga situasi kembali normal," ujar Andi Rahim di hadapan warga terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah menyalurkan sejumlah bantuan logistik darurat untuk menjaga kelayakan hidup warga selama masa pemulihan, antara lain:
Pangan: 160 kg beras yang disalurkan melalui lumbung pangan desa dan dapur umum.
Perlengkapan Tidur: Kasur lipat, selimut, dan tikar.
Kebutuhan Khusus: Paket perlengkapan bayi (baby kit).
Saat ini, fokus utama petugas di lapangan adalah menjaga pasokan makanan tetap aman mengingat akses logistik ke pasar tradisional masih lumpuh akibat genangan air.
News Feed
Polisi dan TNI Kolaborasi Bersihkan Pesisir Pantai Benteng Selayar
26 Mei 2026 09:56
Bupati Bantaeng Salurkan Bantuan Beras dan Minyak kepada 31.655 Penerima
26 Mei 2026 09:42
Berita Populer
26 Mei 2026 09:47
26 Mei 2026 09:34
26 Mei 2026 09:38
26 Mei 2026 09:42
