Menuju Indonesia Emas 2045: Sekda Sulsel Jufri Rahman Dorong CPNS Jadi Motor Penggerak Birokrasi Berkelas Dunia
Sebagai darah baru di tubuh pemerintahan, CPNS angkatan 2026 diharapkan tidak menjadi pengikut arus lama, melainkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang inovatif, beretika, dan menaruh kepuasan pelayanan publik di atas segalanya.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Tantangan birokrasi ke depan tidak lagi bisa dihadapi dengan cara-cara lama. Menghadapi dinamika zaman dan ekspektasi masyarakat yang terus meninggi, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) generasi baru dituntut untuk mendobrak kekakuan administratif dan bertransformasi menjadi aparatur yang lincah serta adaptif.

Pesan kuat ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Jufri Rahman, saat memberikan pembekalan Pelatihan Dasar kepada ratusan CPNS Angkatan XVII, XVIII, dan XIX Tahun 2026 di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintah Dalam Negeri (BBPK APDN), Makassar, Selasa (19/5/2026).
Dalam paparannya, Jufri Rahman menekankan bahwa rancang bangun reformasi birokrasi nasional periode 2025–2045 telah menargetkan terciptanya world class bureaucracy (birokrasi kompetitif berkelas dunia). Target besar ini menjadi pilar utama dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
"Tantangan birokrasi ke depan tidak hanya menuntut kemampuan administratif semata, tetapi juga kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah," ujar Jufri Rahman.
Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Sekda Sulsel mengingatkan bahwa fondasi utama yang harus dimiliki setiap CPNS adalah internalisasi nilai dasar BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Jufri menguraikan 7 tahapan strategis untuk membangun budaya kerja baru ini di lingkungan instansi pemerintah:
1. Internalisasi: Penanaman nilai secara mendalam.
2. Penyelarasan Sistem: Menghubungkan nilai dengan sistem kerja.
3. Pengukuran Baseline: Menilai kondisi awal budaya kerja.
4. Agenda Perubahan: Menyusun dan mengimplementasikan langkah konkret.
5. Pemantauan & Evaluasi: Mengawal jalannya perubahan secara berkala.
6. Penghargaan & Apresiasi: Memberikan rekognisi bagi yang berprestasi.
7. Penguatan Berkelanjutan: Memastikan budaya positif berjalan konsisten.
Lebih lanjut, Jufri memaparkan bahwa employer branding ASN masa kini harus mencerminkan delapan fokus utama reformasi birokrasi yang diarahkan langsung oleh Presiden RI. Fokus tersebut meliputi:
Responsivitas birokrasi dan reformasi pelayanan publik yang inklusif.
Digitalisasi pelayanan berbasis teknologi terintegrasi.
Efektivitas alokasi anggaran serta pemberantasan korupsi dan kebocoran anggaran.
Pengelolaan ASN berbasis sistem merit, lincah (agile), dan beretika.
Percepatan implementasi kebijakan dan penguatan koordinasi antarlembaga.
Sebagai darah baru di tubuh pemerintahan, CPNS angkatan 2026 diharapkan tidak menjadi pengikut arus lama, melainkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang inovatif, beretika, dan menaruh kepuasan pelayanan publik di atas segalanya.
News Feed
Berita Populer
20 Mei 2026 01:35
20 Mei 2026 09:34
20 Mei 2026 09:41
20 Mei 2026 12:02
