Berikut Sederet Pembangunan Nyata Gubernur Sulsel di Momentum 27 Tahun Luwu Utara
Rangkaian program ini menggambarkan satu benang merah, yaitu pembangunan yang tidak hanya terpusat, tetapi menjangkau hingga ke pelosok bagian utara Sulsel.
Rute penerbangan ini disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Sulsel, memangkas waktu tempuh yang sebelumnya 10-12 jam perjalanan darat menjadi hanya sekitar satu jam.

Kini, jarak tak lagi menjadi penghalang besar. Aktivitas ekonomi, perjalanan dinas, hingga kebutuhan mendesak masyarakat dapat dijangkau dengan lebih cepat dan efisien. Langit Luwu Utara pun seakan membuka jalur baru bagi percepatan pembangunan daerah.
"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Luwu Utara dan daerah sekitarnya untuk memanfaatkan fasilitas penerbangan ini, harus full penumpang demi kelancaran perjalanan masyarakat kita," jelasnya.
Sementara itu, di sektor pertanian, perhatian Pemprov Sulsel diwujudkan melalui pembangunan irigasi yang masuk dalam Paket 4 Multiyears Project (MYP) 2026-2027. Tiga daerah irigasi diantaranya D.I Bungadidi, D.I Kuri-kuri Kasambi, dan D.I Tubu Ampak akan direhabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp33,1 miliar.
Groundbreaking proyek ini juga dilakukan langsung oleh Gubernur Sulsel bersama Bupati Luwu Utara, dengan target menjangkau sekitar 6.400 hektare sawah. Air yang mengalir nantinya tak hanya menyuburkan lahan, tetapi juga meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Alhamdulillah kita melakukan groundbreaking Paket 4 MYP Rehabilitasi Daerah Irigasi di Luwu Utara. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memudahkan para petani serta mendukung swasembada pangan nasional," ungkap Andi Sudirman.
Di sisi lain, dukungan anggaran juga diperkuat melalui bantuan keuangan sebesar Rp7 miliar dari Pemprov Sulsel kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk tahun anggaran 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
