Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027 Lewat Rakortek Tematik, Perkuat Percepatan Penurunan Stunting dan Perlindungan Kelompok Rentan
Melalui Rakortek ini, Pemprov Sulsel mendorong sinkronisasi target pembangunan daerah dengan prioritas provinsi dan nasional agar program 2027 berbasis kebutuhan spesifik daerah dan lebih tepat sasaran.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Pemerintah Provinsi Sulsel mulai mematangkan arah pembangunan 2027 dengan menitikberatkan percepatan penurunan stunting dan penguatan perlindungan kelompok rentan melalui penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Fokus itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Tematik Stunting, Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Lansia di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 22 April 2026, sebagai tahapan strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Rakortek ini juga menjadi bagian penguatan integrasi perencanaan berbasis data agar agenda pembangunan daerah berjalan lebih terukur, terarah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar isu pembangunan manusia tidak diposisikan sebagai agenda sektoral semata, melainkan menjadi bagian integral dari desain pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, mengatakan, pencapaian visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak sekarang melalui intervensi terukur dan kolaborasi lintas sektor.
"Capaian ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor berjalan efektif, tetapi tantangan pembangunan manusia belum selesai. Karena itu isu stunting, perempuan, anak, disabilitas, dan lansia harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan daerah,' ujar Irawan.
Data pembangunan Sulsel menunjukkan tren positif. Persentase penduduk miskin Sulsel pada September 2025 tercatat 7,43 persen. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 sebesar 4,45 persen. Capaian ini menunjukkan kondisi yang relative baik, serta mencerminkan bahwa penyerapan tenaga kerja berjalan secara optimal.
Di sektor kesehatan, prevalensi stunting Sulsel berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024 turun menjadi 23,3 persen, atau menurun 4,1 poin persentase dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemprov Sulsel menilai tantangan pembangunan manusia masih membutuhkan intervensi yang lebih tajam.
Di sisi lain, Sulsel mulai memasuki era ageing population atau meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia.
News Feed
Putus Rantai Stunting, Pemkab Luwu Timur Intervensi Kesehatan Ibu Hamil
22 April 2026 19:18
Bulog Sulselbar Edukasi Pelajar soal Stok Beras dan Ketahanan Pangan
22 April 2026 19:01
279 PPPK Jeneponto Terima SK Perpanjangan Perjanjian Kerja
22 April 2026 16:17
Wali Kota Makassar Hadiri Rakor Pengembangan Infrastruktur Dasar
22 April 2026 16:11
Berita Populer
22 April 2026 10:49
22 April 2026 09:02
22 April 2026 09:08
22 April 2026 10:49
22 April 2026 11:30
