Dewi Yuliani : Selasa, 31 Maret 2026 22:56
Workshop Update Securing Spermonde Seascape.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - General Manager Badan Pengelola Maros - Pangkep UNESCOGlobal Geopark (MPUGGp), Dedy Irfan Bachri, menilai program Securing Spermonde Seascape yang telah berjalan selama tiga tahun, berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor perikanan. Program ini merupakan kolaborasi antara Balai Besar KSDA Sulsel dengan mitra Fauna dan Flora, dengan melibatkan para pihak yang bekerja di dalam kawasan, termasuk Badan Pengelola Maros - Pangkep UNESCOGlobal Geopark.

"Program ini menjadi sangat penting bagi Geopark Maros - Pangkep, terutama dalam memenuhi rekomendasi UNESCO terkait dengan poin peningkatan kapasitas masyarakat dan juga terkait dengan konservasi di wilayah pulau dan perairan. Ini menjadi penting karena menjadi salah satu faktor pemenuhan dari rekomendasi yang diberikan UNESCO di tahun 2023 lalu," ujar Dedy, Selasa, 31 Maret 2026, usai pelaksanaan Workshop Update Securing Spermonde Seascape.

Ia mengungkapkan, program yang dilaksanakan sejak tahun 2023 ini direplikasikan pada sumber-sumber pendanaan, melalui hibah atau bantuan internasional ke dalam Kawasan Geopark Maros - Pangkep.

"Tentu ini bisa dimanfaatkan dan bisa juga di-apply oleh berbagai pihak atau berkolaborasi dengan Geopark. Ini menbantu juga dalam sisi pendanaan dalam pembangunan daerah," ungkapnya.

Melalui program Securing Spermonde Seascape ini, lanjut Dedy, bisa meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang konservasi di wilayah perairan gugusan Spermonde, dan meningkatkan nilai tambah kepada masyarakat dengan mendapatkan berbagai pelatihan. Seperti pelatihan keuangan untuk keluarga, bagaimana sistem pengelolaan dan penangkapan ikan dengan tidak menggunakan bahan peledak dan ramah lingkungan, kemudian bagaimana mengajak kelompok masyarakat menjadi pengawas yang disebut smart patrol (pengawasan dan patroli) terhadap potensi pengrusakan terumbu karang, sehingga memastikan sumber daya laut tetap terjaga.

"Dari kurang lebih 150 hari pengambilan data di dua kecamatan, yaitu di Liukang Tupabiring dan Liukang Tupabiring Utara, kemudian didapatkan kesimpulan bahwa proyeksi PDRB di sektor perikanan tanhkap kurang lebih Rp 950 miliar per tahun, dan proyeksi total PAD jasa pendaratan ikan di dua kecamatan ini mencapai Rp19 miliar per tahun," bebernya. (*)