Redaksi
Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 23:47

Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara Kembali Dibuka, Pendaftar Tembus Rekor 73 Orang

Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara Kembali Dibuka, Pendaftar Tembus Rekor 73 Orang

Memasuki angkatan ke-7 sejak dirintis pada 2020, SBL mencatat lonjakan antusiasme dengan jumlah pendaftar terbanyak sepanjang sejarah, mencapai 73 orang.

LUTRA, BUKAMATANEWS - Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara kembali membuka kegiatan pembelajaran pada Senin (30/03/2026). Lembaga yang dikenal sebagai Sekolah Budaya Luwu (SBL) ini terus menunjukkan eksistensinya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Memasuki angkatan ke-7 sejak dirintis pada 2020, SBL mencatat lonjakan antusiasme dengan jumlah pendaftar terbanyak sepanjang sejarah, mencapai 73 orang.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur adat dan pemerintah daerah. Mewakili Kedatuan Luwu, Dewan Adat 12 Opu Maddika Bua, A. Syafiuddin Kadiaraja, menegaskan pentingnya peran sekolah budaya dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus mengembangkan bakat di bidang seni, khususnya teater.
“Budaya Luwu adalah ruh kita. Kami mendukung penuh dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam program Sekolah Budaya Luwu sebagai fondasi identitas wilayah,” ujarnya.

Kepala Sekolah Budaya I Lagaligo Cabang Luwu Utara, H. Dullah, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah peserta didik menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan adat dan budaya Luwu. Menurutnya, keterlibatan generasi muda merupakan kunci agar nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah arus modernisasi.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang belajar, sehingga budaya Luwu tetap lestari dan tidak punah ditelan zaman,” katanya.

Dari unsur pemerintah, Baharuddin selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menegaskan bahwa Luwu Utara merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah besar Luwu. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memperkuat identitas budaya melalui integrasi dalam dokumen pembangunan daerah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dan kebudayaan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Luwu Utara merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026 untuk pembangunan Rumah Adat Kemakoleaan. Program ini diharapkan menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam rencana pembangunan ini,” tambah Baharuddin.

Dukungan juga datang dari kalangan adat lainnya, yakni A. Sarifah Muhaemina Opu Daengna Putri selaku Opu Makkole Baebunta. Ia menilai keberadaan sekolah budaya merupakan investasi jangka panjang bagi pelestarian adat Luwu, khususnya di wilayah Luwu Utara.
Menurutnya, kehadiran SBL tidak hanya penting bagi generasi muda, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat umum untuk lebih memahami nilai-nilai adat dan budaya Luwu.

Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dan dukungan lintas sektor, Sekolah Budaya I Lagaligo diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas budaya Luwu di tengah perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Lutra

Berita Populer