Redaksi : Rabu, 25 Maret 2026 11:49

BUKAMATANEWS - Pemerintah Iran mulai melonggarkan ketegangan di jalur energi global dengan memastikan kapal-kapal yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz secara aman.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin, 23 Maret 2026. Iran, kata dia, telah menyiapkan mekanisme pengamanan sekaligus koordinasi bagi kapal-kapal yang tidak dianggap sebagai bagian dari “pihak agresor”.

Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran di jalur strategis ini dan siap melakukan koordinasi bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, yang berujung pada blokade de facto di Selat Hormuz. Iran menilai langkah tersebut sebagai respons atas operasi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap sejumlah target di wilayahnya.

Sebelumnya, perwakilan tetap Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), Ali Mousavi, menegaskan bahwa semua kapal masih dapat melintas, kecuali yang dikategorikan sebagai “musuh”, dengan syarat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.

Konflik memanas sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa dari kalangan sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta target militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi tersebut berdampak langsung pada stabilitas jalur distribusi energi global. Selat Hormuz yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia kini mengalami gangguan serius, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia serta menekan aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan.