BUKAMATANEWS – Pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Pulau Diego Garcia menjadi sasaran serangan rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan Iran. Demikian laporan The Wall Street Journal mengutip pernyataan para pejabat.
Satu rudal dikabarkan gagal di tengah penerbangan, sementara rudal lainnya berhasil dihantam sistem pencegat SM-3 yang ditembakkan dari kapal perang AS. Serangan tersebut tidak mengenai pangkalan yang terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia bagian tengah, selatan garis khatulistiwa.
Gedung Putih dan Kedutaan Besar Inggris di Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Insiden pada Jumat (20/3) itu menandai serangan rudal jarak jauh terpanjang yang diluncurkan Teheran sejak konflik pecah tiga pekan lalu. Pulau Diego Garcia berjarak sekitar 4.000 kilometer dari Iran, dua kali lipat dari jangkauan rudal balistik yang selama ini diakui oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Dalam unggahan di media sosial X sebelum serangan, Araghchi menyatakan bahwa "sebagian besar" rakyat Inggris tidak ingin terlibat dalam perang pilihan Israel-AS terhadap Iran.
"Ignorant terhadap rakyatnya sendiri, Starmer membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran. Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri," tulis Araghchi.
Serangan ini terjadi di tengah kritik tajam Presiden AS Donald Trump terhadap keputusan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dinilai "terlambat" dalam memberikan izin penggunaan pangkalan militer Inggris untuk operasi AS melawan Iran.
Trump sebelumnya menyebut kesepakatan Inggris untuk menyewakan kembali Kepulauan Chagos kepada Mauritius sebagai "bencana". Kesepakatan itu menunda proses pengalihan kepemilikan wilayah yang sejak tahun 1970-an menjadi lokasi pangkalan militer bersama AS-Inggris.
"Mereka tidak ingin kita menggunakan pulau itu—yang disebut pulau itu—yang karena suatu alasan mereka melepaskan haknya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat.
Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan para menteri telah bertemu membahas langkah Iran memblokir Selat Hormuz serta penargetan Teheran terhadap kapal komersial tak bersenjata dan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas minyak dan gas.
"Mereka mengonfirmasi bahwa perjanjian bagi AS untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan tersebut mencakup operasi pertahanan AS untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal di Selat Hormuz," demikian pernyataan juru bicara Starmer.
BERITA TERKAIT
-
Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
-
Iran Tolak Gencatan Senjata AS, Tegaskan Fokus Capai Tujuan Strategis Perang
-
Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz, Kapal Non-AS dan Israel Dijamin Aman
-
Akhiri Perang Teluk, Mahfuz Sidik: Trump Hadapi Empat Tekanan Berat
-
Safari Religi 2026, PT Sumber Swarna Pratama Perkuat Harmoni dan Dukungan untuk Rumah Ibadah