Setelah NTB, BGN Juga Tutup Ratusan Dapur SPPG di Sulsel
02 April 2026 11:56
Dilansir dari media Turki Yeni Safak pada Minggu, 15 Maret 2026, Kementerian Kesehatan Israel menyatakan ribuan korban tersebut telah mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit di seluruh negeri.
BUKAMATANEWS - Konflik yang melibatkan Israel, Iran, dan Lebanon dalam dua pekan terakhir terus memakan korban. Otoritas Israel melaporkan lebih dari 3.100 orang mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal dan drone yang terjadi sejak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari media Turki Yeni Safak pada Minggu, 15 Maret 2026, Kementerian Kesehatan Israel menyatakan ribuan korban tersebut telah mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit di seluruh negeri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 orang dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
Eskalasi konflik mulai meningkat setelah kelompok militan Lebanon, Hezbollah, melancarkan serangan ke sejumlah target militer Israel pada 2 Maret. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Operasi tersebut sebelumnya menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan di Teheran pada 28 Februari.
Peristiwa itu sekaligus mengakhiri gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah yang telah berlaku sejak November 2024.
Pada hari yang sama, Israel memperluas operasi militernya dengan melancarkan serangan udara ke wilayah pinggiran selatan Beirut serta sejumlah daerah di Lebanon bagian selatan dan timur. Sehari kemudian, militer Israel juga mengirimkan pasukan darat untuk melakukan operasi terbatas di wilayah Lebanon selatan.
Krisis Kemanusiaan di Lebanon
Sementara itu, konflik yang meluas juga memicu krisis kemanusiaan di Lebanon.
Berdasarkan data resmi otoritas Lebanon, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 626 orang dan melukai 2.009 lainnya. Selain itu, sekitar 832.000 warga terpaksa mengungsi dari daerah yang terdampak pertempuran.
Gelombang pengungsian ini menjadi salah satu perpindahan penduduk terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap infrastruktur, layanan publik, serta distribusi bantuan kemanusiaan di Lebanon.
Konflik di Timur Tengah kini melibatkan sejumlah negara dan aktor regional, termasuk Iran, Israel, Lebanon, serta berbagai kelompok proksi yang beroperasi di kawasan tersebut.
Pertukaran serangan yang terus berlangsung meningkatkan kekhawatiran masyarakat internasional, terutama terkait meningkatnya korban sipil serta ancaman terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:04
02 April 2026 11:56
02 April 2026 11:25