Kenakan Kostum Bung Karno, Gubernur Sulsel Pimpin Jalan Sehat dan Kirab Kemerdekaan
16 Agustus 2026 15:57
Tiga gempa mengguncang Indonesia dalam sehari. Gempa M 7,7 di Flores, NTT, menjadi yang terparah dengan 48 orang meninggal dan 64 lainnya luka-luka.
JAKARTA, BUKAMATANEWS - Rentetan gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Tiga gempa dengan kekuatan magnitudo 6 hingga 7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah pada Sabtu (15/8/2026).

Dari tiga peristiwa tersebut, gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, NTT, menjadi yang paling parah. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, gempa dangkal tersebut merusak sejumlah bangunan, memicu longsor, serta sempat menimbulkan peringatan dini tsunami.
Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, 48 orang dinyatakan meninggal dunia dan 64 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa Flores. Tim SAR masih melakukan pencarian dan penanganan di sejumlah wilayah yang terdampak.
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Tsunami Sempat Terdeteksi

Gempa Flores terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berpusat di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.
Gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami yang membuat warga di sejumlah wilayah pesisir panik dan melakukan evakuasi.
Peringatan tsunami kemudian dicabut BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, Sabtu (15/8/2026).
Meski peringatan telah berakhir, dampak gempa justru terlihat di daratan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo. Rumah warga di sejumlah wilayah seperti Maumere, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo juga dilaporkan terdampak.
Stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami sempat teramati di 10 titik pesisir. Ketinggian maksimum tercatat di Maurole, Ende, dengan tinggi muka air mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.
48 Orang Meninggal, Operasi SAR Diperluas
Berdasarkan pendataan dan verifikasi Tim SAR Gabungan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 08.30 WITA, jumlah korban akibat gempa Flores mencapai 112 orang.
Sebanyak 48 orang meninggal dunia, sementara 64 orang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
“Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara, tercatat 112 orang terdampak gempa, terdiri atas 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan,” kata Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman.
Upaya pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus bergerak menuju lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, termasuk wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, yang akses jalannya tertutup material longsor.
Kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur menjadi salah satu tantangan utama dalam memperluas operasi pencarian serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
BNPB Kerahkan Delapan Langkah Penanganan
Besarnya dampak gempa membuat pemerintah mempercepat penanganan darurat. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta pemerintah daerah segera menetapkan status darurat agar dukungan pemerintah pusat dapat digerakkan secara maksimal.
Enam wilayah yang disebut mengalami dampak parah yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka bersama Pemerintah Provinsi NTT.
“Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal,” ujar Suharyanto.
BNPB kemudian menyiapkan delapan langkah strategis untuk mempercepat penanganan bencana.
Pertama, pemerintah daerah diminta segera menetapkan status darurat. Langkah ini diperlukan sebagai dasar pengerahan sumber daya, anggaran, bantuan teknis, serta dukungan kementerian dan lembaga.
Kedua, pemerintah mempercepat pembentukan pos satuan tugas dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Unsur TNI dan Polri akan diperkuat untuk membantu mengendalikan operasi di lapangan, termasuk penataan pengungsi dan distribusi bantuan.
Ketiga, BNPB membentuk Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Posko Maumere difokuskan menangani wilayah Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sementara Labuan Bajo menjadi pusat pendampingan untuk wilayah lainnya.
Keempat, Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, dibuka sebagai pusat penerimaan bantuan dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat sebelum dikirim ke wilayah terdampak.
“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere,” kata Suharyanto.
Kelima, Basarnas diminta memimpin operasi pencarian dan pertolongan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, dan tim gabungan lainnya. Operasi akan dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi korban yang terjebak atau hilang.
Keenam, pemerintah menargetkan pemulihan terbatas fasilitas layanan dasar dalam waktu tujuh hari. Infrastruktur yang menjadi prioritas meliputi listrik, air bersih, BBM, dan jaringan komunikasi.
Pendataan kerusakan rumah warga juga dilakukan secara paralel. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan kebutuhan pembangunan hunian sementara maupun perbaikan rumah warga.
Ketujuh, BNPB mengerahkan armada udara dan laut untuk mempercepat distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Dari TNI ada 4 helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB 2 pesawat sayap lebar dan 1 helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik,” ujar Suharyanto.
Kedelapan, BNPB mengoperasikan Media Center resmi sebagai pusat informasi penanganan bencana. Press briefing dijadwalkan setiap sore pukul 17.00 WITA untuk memperbarui perkembangan penanganan dan data korban.
“Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore,” tuturnya.
Gempa Susulannya Terjadi di Sumut dan Sulteng
Di tengah proses penanganan gempa Flores, dua gempa kuat lainnya mengguncang wilayah Indonesia pada hari yang sama.
Pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.57 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada kedalaman 163 kilometer dan berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng. Guncangan bahkan terasa hingga wilayah Pantai Barat Semenanjung Malaysia.
Meski demikian, BMKG bersama Badan Meteorologi Malaysia memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Beberapa jam kemudian, gempa kembali terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah. Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada Sabtu malam pukul 23.25 WITA atau 22.25 WIB.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 44 kilometer. Guncangan dirasakan warga hingga Kota Palu, namun BMKG memastikan gempa tersebut juga tidak berpotensi tsunami.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Rentetan gempa yang terjadi di tiga wilayah dalam sehari menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas seismik.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah terdampak gempa Flores, untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan struktur karena berpotensi membahayakan keselamatan. Masyarakat diminta memperoleh informasi hanya dari sumber resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Di Flores, pemerintah bersama tim gabungan masih berpacu dengan waktu untuk membuka akses yang terputus, mencari korban, menyalurkan bantuan, serta memulihkan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
16 Agustus 2026 15:57
16 Agustus 2026 15:50
16 Agustus 2026 15:29
16 Agustus 2026 08:20
16 Agustus 2026 10:44
16 Agustus 2026 10:52
16 Agustus 2026 11:00
16 Agustus 2026 11:03