Redaksi
Redaksi

Sabtu, 07 Maret 2026 00:55

Rusia Tegaskan Tidak Ada Permintaan Senjata dari Iran di Tengah Serangan AS–Israel

Rusia Tegaskan Tidak Ada Permintaan Senjata dari Iran di Tengah Serangan AS–Israel

Rusia dikenal memiliki hubungan keamanan dan pertahanan yang cukup erat dengan Iran. Kedekatan tersebut memicu spekulasi bahwa Moskow kemungkinan akan memberikan dukungan militer kepada Teheran di tengah eskalasi konflik.

BUKAMATANEWS - Sikap Rusia menjadi perhatian di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah Iran digempur serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Selama ini, Rusia dikenal memiliki hubungan keamanan dan pertahanan yang cukup erat dengan Iran. Kedekatan tersebut memicu spekulasi bahwa Moskow kemungkinan akan memberikan dukungan militer kepada Teheran di tengah eskalasi konflik.

Namun, Kremlin menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada permintaan resmi dari Iran terkait bantuan persenjataan.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa pemerintah Rusia belum menerima permintaan apa pun dari Iran untuk pengiriman senjata selama konflik berlangsung.

“Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran. Posisi konsisten kami diketahui secara umum dan tidak ada perubahan dalam hal ini,” ujar Peskov pada Kamis (5/3) saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pengiriman persenjataan ke Iran.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan internasional terhadap potensi keterlibatan Rusia dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Peskov menambahkan bahwa Rusia menghormati keputusan Iran yang tidak mengajukan permintaan bantuan senjata kepada Moskow.

Meski demikian, ia menegaskan hubungan dekat antara kedua negara tetap terjalin dan tidak mengalami perubahan meskipun situasi geopolitik di kawasan semakin memanas.

Konflik yang berkembang di Timur Tengah saat ini terus memicu kekhawatiran akan meluasnya ketegangan regional, terutama karena melibatkan sejumlah kekuatan besar dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Rusia #Konflik Iran