MAROS, BUKAMATANEWS - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, petani cabe besar di Desa Limampoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, tengah menikmati masa panen raya. Hasil panen tahun ini dilaporkan melimpah dibandingkan musim sebelumnya.
Salah satu petani cabe besar, Dandi Saputra, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen yang sangat baik. Menurutnya, kondisi cuaca yang cukup mendukung serta perawatan tanaman yang maksimal membuat produksi cabe meningkat drastis.
"Alhamdulillah panennya sangat banyak tahun ini. Buahnya besar-besar dan kualitasnya bagus," ujarnya saat ditemui di lahan pertaniannya.
Namun di balik hasil panen yang melimpah, para petani justru menghadapi persoalan harga jual yang menurun tajam. Dandi mengatakan, saat ini para pedagang hanya membeli cabe di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram, jauh di bawah harga yang diharapkan petani menjelang momentum Lebaran.
Kondisi ini membuat sebagian petani khawatir tidak mampu menutup biaya produksi, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga ongkos tenaga kerja. Mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk menstabilkan harga, terutama saat produksi sedang tinggi.
Para petani juga berharap menjelang Idulfitri permintaan pasar meningkat sehingga harga cabe dapat kembali membaik dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani lokal. (*)
BERITA TERKAIT
-
Tinjau Progres Jembatan Pakere, Chaidir Syam Harap Jadi Pengungkit Mobilitas dan Ekonomi Warga Maros
-
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi Digelar di Makassar, Ini Daftar Pemenangnya
-
Motor Semi Trail Disiapkan untuk Tembus Medan Pegunungan, Guru di Sekolah Terpencil Maros Tak Lagi Andalkan Motor Biasa
-
Sinergi Forkopimda dan Dunia Usaha Diperkuat, Bupati Maros Apresiasi Kejari dan Polres
-
Gerakan Literasi Maros Dapat Apresiasi Nasional, GPMB: Layak Jadi Contoh Indonesia