Redaksi : Kamis, 05 Februari 2026 16:59

TAKALAR, BUKAMATANEWS – Beragam kuliner khas dan karya kreatif masyarakat meramaikan Festival Kuliner dan Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) Takalar 2026 yang digelar di Alun-alun Panrannuangku. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Takalar sekaligus upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat luas.

Festival yang digagas oleh Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Takalar, Muhammad Hasbi, yang hadir mewakili Bupati Takalar.

Dalam sambutannya, Hasbi menegaskan bahwa Takalar memiliki kekayaan ekonomi kreatif yang lahir dari kreativitas masyarakat lokal, mulai dari kerajinan tradisional hingga produk kuliner khas daerah.

Menurutnya, sejumlah produk kerajinan khas seperti badik, anyaman tanah liat, hingga songkok guru merupakan warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi identitas daerah.

“Takalar memiliki banyak potensi ekonomi kreatif hasil karya putra-putri daerah yang perlu terus dipromosikan agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Selain produk kerajinan, kekayaan kuliner khas Takalar juga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa hidangan tradisional yang diperkenalkan dalam festival ini antara lain olahan telur ikan terbang, jagung khas yang dimasak menggunakan tebu, lawi-lawi, serta rumput laut, hingga hidangan legendaris Coto Makassar yang menurutnya memiliki sejarah kuat dengan wilayah Sanrobone di Takalar.

Sekda berharap festival ini dapat menjadi ruang promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk kuliner dan ekonomi kreatif Takalar sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk datang, mencicipi, sekaligus membeli produk lokal.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat ekonomi kreatif agar menjadi motor penggerak perekonomian daerah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Takalar sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Agriana, menjelaskan bahwa festival ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Februari 2026.

Puluhan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari kuliner, kriya, wastra, fashion, hingga seni dan budaya yang berasal dari berbagai wilayah di Takalar.

“Festival ini menjadi salah satu upaya mendorong kemajuan ekonomi kreatif melalui promosi produk, penyediaan ruang pemasaran, serta peningkatan inovasi produk kreatif masyarakat,” ujarnya.

Selain pameran produk ekonomi kreatif, festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan hiburan dan lomba yang melibatkan masyarakat, seperti festival kuliner, lomba memasak, pentas seni, karaoke hiburan, serta panggung ekspresi bagi para pelaku seni lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Takalar, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, jajaran Disparpora, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Takalar, serta para pelaku ekonomi kreatif yang menjadi peserta festival.

Melalui festival ini, pemerintah daerah berharap produk-produk kreatif Takalar semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik baru bagi pengembangan pariwisata serta pertumbuhan ekonomi lokal.