Dewi Yuliani : Minggu, 11 Januari 2026 21:19
Cuaca ekstrem yang terjadi di Makassar menyebabkan atap indekos Pondok Puang Sabri di Jalan Keindahan 12 Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, roboh.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Cuaca ekstrem yang terjadi di Makassar menyebabkan atap indekos Pondok Puang Sabri di Jalan Keindahan 12 Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, roboh. Atap beton tersebut menimpa penghuni kamar 10 yang merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Ismail Abdullah mengatakan, posko Damkar BTP mendapat laporan tentang kejadian robohnya bangunan di Jalan Keindahan BTP pada pukul 15.30 Wita. Ia mengaku saat kejadian tersebut terjadi angin kencang di lokasi kejadian.

"Kemudian salah satu bangunan di sini terkena dan atapnya roboh. Sehingga dindingnya juga ikut roboh," ujarnya kepada wartawan, Minggu, 11 Januari 2026.

Ismail mengungkapkan, dua orang penghuni kamar indekos menjadi korban. Adapun identitas kedua korban yakni Muh Raihan Arsal dan Nur Aisyah Bahar.

"Korbannya ada dua orang yang sedang tertidur saat kejadian. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka suami istri ya," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, sang suami mengalami luka parah akibat tertimpa atap beton. Sementara sang istri hanya luka ringan.

"Tadi istrinya bisa ditarik segera, yang parah ini suaminya. Tapi Alhamdulillah tadi sudah dari tim gabungan, dari Damkar, SAR, BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa hadir mengevakuasi korban," kata dia.

Pada pukul 17.00 Wita, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Soedirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan.

Sementara tetangga kamar korban, Rio Tanto, menambahkan, saat kejadian turun hujan dan angin kencang. Saat itu, dirinya mendengar dua kali gemuruh robohnya atap benton di kamar 10.

"Dua kali dentuman pak. Pertama, itu benturan dinding belakang. Terus yang keduanya itu menyusul, kurang tahu dari dinding mana. Ternyata dari dinding depan dulu," bebernya.

Usai mendengar kejadian tersebut, Rio bersama istrinya keluar kamar kos. Saat itu, dirinya menyelamatkan istrinya keluar dari kos berlantai 2 itu.

"Jadi pada waktu kejadian, saya turun. Itu kami semua turun teman-teman kamar lain. Pas di bawah, saya posisi di bawah lihat istri, ternyata ada teriakan dari kamar 10, yaitu Nur Aisyah (korban) teriak minta tolong" kata dia.

Saat itu, dirinya bersama penghuni kos lainnya membantu istri korban. Namun, korban bernama Raihan sulit dievakuasi.

"Istrinya kita selamatkan terlebih dahulu, karena dia dekat jendela (kamar). Suaminya itu terhimpit beton, sulit dievakuasi kalau manual (tanpa alat)," ucapnya. (*)