Gunung Sampah Longsor, Puluhan Pekerja Tertimbun
Gunung sampah longsor di TPA Binaliw, Cebu City, Filipina, menewaskan satu orang dan menyebabkan 38 pekerja hilang tertimbun. Proses pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.
BUKAMATANEWS— Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan pada Jumat (9/1/2026) setelah tumpukan sampah raksasa di sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Filipina runtuh dan menimbun puluhan pekerja. Insiden yang terjadi di TPA Binaliw, Cebu City, ini menewaskan sedikitnya satu orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan dalam pengelolaan limbah di negara tersebut.
Sedikitnya 38 pekerja dilaporkan hilang setelah gunungan sampah setinggi beberapa lantai tiba-tiba ambruk pada Kamis (8/1/2026). Hingga Jumat, tim penyelamat masih menyisir area longsoran dengan kekhawatiran masih banyak korban terperangkap di bawah timbunan sampah.
“Itu setinggi kira-kira empat lantai,” ujar Asisten Pejabat Informasi Publik Kota Cebu, Jason Morata, menggambarkan besarnya tumpukan sampah yang runtuh.
Pemerintah Kota Cebu City menyampaikan bahwa sedikitnya 12 pekerja berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Wali Kota Cebu City, Nestor Archival. Ia menegaskan bahwa seluruh tim penyelamat masih bekerja penuh untuk menemukan para korban yang belum ditemukan.
“Tim penyelamat terlibat penuh dalam upaya pencarian dan evakuasi untuk menemukan para korban yang masih hilang,” kata Archival.
Foto-foto udara yang dirilis pihak kepolisian memperlihatkan sejumlah bangunan rusak berat akibat tertimpa timbunan sampah. Menurut Morata, bangunan-bangunan tersebut merupakan fasilitas milik perusahaan pengelola TPA, termasuk kantor perusahaan, bagian sumber daya manusia, administrasi, serta area staf pemeliharaan.
Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya gunungan sampah tersebut belum diketahui. Pihak berwenang masih menyelidiki sejumlah kemungkinan yang berkontribusi terhadap insiden ini.
“Kami sedang mempertimbangkan beberapa faktor. Cebu sempat dilanda dua topan pada paruh akhir 2025 dan juga gempa bumi,” ujar Morata.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pengumpulan informasi di lokasi kejadian berlangsung lambat karena keterbatasan jaringan komunikasi. “Informasi datang sedikit demi sedikit karena tidak ada sinyal di lokasi TPA,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan dari operator TPA, Prime Integrated Waste Solutions, fasilitas Binaliw setiap harinya memproses sekitar 1.000 ton sampah padat perkotaan.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat menyampaikan bahwa saat kejadian tidak terdapat hujan yang berpotensi memicu longsoran. “Kami tidak tahu apa yang menyebabkan runtuhnya tumpukan itu. Saat kejadian sama sekali tidak hujan,” ujar Marge Parcotello, staf sipil di Departemen Kepolisian Consolacion, wilayah yang berbatasan langsung dengan lokasi TPA.
Parcotello menambahkan bahwa sebagian besar korban diduga berasal dari wilayah Consolacion. Insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terhadap standar keselamatan dan tata kelola fasilitas pembuangan sampah di Filipina, khususnya di kawasan padat aktivitas.
News Feed
KPK Jerat Yaqut Cholil Qoumas dan Eks Stafsus dengan Pasal Tipikor Terkait Kuota Haji
09 Januari 2026 17:17
Pembentukan Pengurus Dewan Rempah Kejayaan Indonesia Sulawesi Selatan Resmi Dirampungkan
09 Januari 2026 17:03
Mahasiswa KKN dan Yayasan An-Nur Hidayah Bersinergi Bangun Rumah Baca di Desa Minasa Upa
09 Januari 2026 16:59
Eks Menag Yaqut Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
09 Januari 2026 15:57
Berita Populer
10 Januari 2026 10:42
