Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Hingga Agustus Naik 12,9%
17 September 2026 21:12
Bupati Maros mengikuti FGD dan Sosialisasi Desa Migran Emas BP3MI di Grand Town Hotel Mandai, mendorong penguatan perlindungan pekerja migran dan berharap menjadi model percontohan di Sulsel.
MAROS,BUKAMATANEWS — Bupati Maros menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Program Desa Migran Emas yang diinisiasi oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Kegiatan ini berlangsung di Grand Town Hotel Maros, Kecamatan Mandai, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan terkait perlindungan pekerja migran.

Acara tersebut turut diikuti oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Moh Fahri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, serta stakeholder lainnya dari unsur pemerintah, lembaga, dan organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Maros menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan FGD dan sosialisasi program ini. Ia menegaskan bahwa Desa Migran Emas merupakan salah satu pendekatan strategis untuk memperkuat ekosistem perlindungan pekerja migran sejak dari wilayah asal.
Menurut Bupati, Kabupaten Maros memiliki potensi besar dalam penyediaan tenaga kerja di sektor luar negeri, sehingga perlu dibangun sistem perlindungan yang kuat dan terintegrasi, mulai dari desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten.

Bupati Maros berharap program Desa Migran Emas dapat menjadi model percontohan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, mulai dari BP3MI, Kementerian P2MI, Disnaker, hingga pemerintah desa untuk memastikan para pekerja migran mendapatkan perlindungan menyeluruh, baik sebelum berangkat, selama bekerja di luar negeri, maupun setelah kembali ke tanah air.
Program ini juga diharapkan mampu memberikan edukasi, layanan administrasi, pembinaan ekonomi keluarga migran, serta perlindungan hukum bagi calon pekerja migran dan keluarganya.
FGD berjalan interaktif dengan melibatkan diskusi dan pemaparan kebijakan dari para narasumber. Peserta membahas sejumlah isu penting seperti peningkatan literasi migrasi aman, mekanisme penempatan yang legal, perlindungan sosial, serta peran desa dalam mendeteksi dan mencegah praktik migrasi ilegal.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat koordinasi dan sistem perlindungan pekerja migran yang lebih responsif dan terstruktur di Kabupaten Maros.
17 September 2026 21:12
17 September 2026 20:51
17 September 2026 20:17
17 September 2026 19:49
17 September 2026 18:38