MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi menegaskan bahwa stok BBM di Regional Sulawesi dalam kondisi aman. Khususnya di Kota Makassar yang akhir-akhir ini sering terjadi antrian.
Antrean yang terlihat di beberapa SPBU, bukan karena keterlambatan suplai, melainkan akibat adanya proses pengecekan ketat terhadap konsumen Solar subsidi. Pertamina Patra Niaga Sulawesi memang menghimbau, dan saat ini telah memberlakukan kewajiban di seluruh SPBU wilayah Regional Sulawesi untuk senantiasa mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan barcode yang terdaftar dalam sistem Subsidi Tepat Pertamina.
Lebih lanjut, dengan sistem Digitalisasi SPBU, perangkat EDC (Electronic Data Capture) kini telah dilengkapi fitur penampilan foto kendaraan. Hal ini memudahkan operator SPBU untuk memastikan kesesuaian data kendaraan yang terdaftar dengan kondisi nyata di lapangan. Pertamina Patra Niaga Sulawesi juga terus mendorong konsistensi implementasi sistem ini di seluruh SPBU agar distribusi Solar subsidi semakin transparan dan tepat sasaran.
Pertamina Patra Niaga Sulawesi terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat berwenang untuk menjaga kelancaran distribusi BBM sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan. Pertamina tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran terkait pendistribusian BBM Subsidi dan Non Subsidi. Termasuk menindak tegas pihak SPBU jika terbukti melakukan pelanggaran. Juga mengimbau masyarakat yang tidak berhak menerima subsidi untuk menggunakan BBM non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang tersedia di SPBU.
Pertamina Patra Niaga Sulawesi terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi dan memastikan distribusi Solar subsidi berjalan transparan, tepat sasaran, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah di seluruh Sulawesi.
Informasi mengenai seluruh layanan dan produk Pertamina dapat diakses melalui website mypertamina.id, media sosial @pertaminasulawesi dan @mypertamina, atau dengan menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 untuk informasi lebih lanjut.
(*)
BERITA TERKAIT
-
BPH Migas Klaim Negara Berhemat Rp4,9 Triliun Berkat Penyaluran BBM Subsidi
-
Ditolak Petugas Saat Minta Isi Solar, Bule Jerman Ngamuk di SPBU Bone
-
Pertamina Tunggu Aturan Resmi Buat Batasi Konsumsi Pertalite Kendaraan
-
2025, Kuota Pertalite Turun jadi 31,2 Juta Liter
-
Skema BBM Subsidi Diubah, Negara Bisa Hemat hingga Rp 200 Triliun