Air Mata Ibu NR dan Surat Terbuka untuk Keadilan di Senayan
Keluarga selebgram NR layangkan surat terbuka ke DPR RI. Inilah kisah pilu, mengupas perjuangan ibu NR yang menangis meminta perlindungan hukum atas kasus dugaan kekerasan seksual yang terkesan jalan di tempat.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS —Sebuah Ruangan di salah satu kafe di Makassar sore itu menjadi saksi isak tangis pilu seorang ibu.

Sri Rahayu Usmi, ibunda dari selebgram NR, tak mampu menahan air matanya saat menceritakan penderitaan putrinya yang kini seperti “mayat hidup” akibat trauma mendalam. Di hadapan awak media, Sri berjuang mengumpulkan kekuatannya, bukan untuk menyerah, melainkan untuk melayangkan surat terbuka yang menggugah hati.
Surat itu ditujukan kepada para wakil rakyat di Komisi III DPR RI, sebuah langkah putus asa mencari keadilan yang terasa begitu jauh.
"Saya ceritakan kondisi anak saya saat ini. Saya seperti merawat mayat hidup. Mungkin bagi sebagian orang ini dramatis. Tapi inilah hati seorang ibu," ujar Sri, suaranya bergetar menahan tangis. "Saya akan mencari keadilan untuk anak saya' katanya.
Laporan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang diajukan ke Polda Sulsel pada 1 Agustus 2025 seolah menemui jalan buntu. Menurut Sri, kasus ini terkesan stagnan, tak menunjukkan kemajuan berarti.
Kondisi ini, kata dia, terus menggerogoti mental NR dan keluarga. Pihak keluarga menduga, lambatnya penanganan ini disebabkan oleh pengaruh terduga pelaku, seorang pria berinisial C, yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan beberapa pejabat tinggi Polri.
Kecurigaan ini mendorong keluarga NR untuk meminta DPR melakukan pengawasan ketat.
"Kami memohon kepada yang terhormat Bapak Ketua dan Anggota Komisi III DPR RI memberikan perlindungan hukum yang sesuai hak-hak kami sebagai warga Indonesia," tutur Sri.
Ia berharap, intervensi para wakil rakyat bisa memastikan proses hukum berjalan profesional dan tidak tebang pilih.
Penderitaan NR tak berhenti di situ. Selain dugaan kekerasan seksual, NR juga harus menanggung malu akibat bocornya foto hasil visum ke media sosial. Pihak keluarga sudah melayangkan somasi ke RS Bhayangkara, namun belum ada titik terang siapa oknum yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut.
Aris Mulking, kerabat NR, turut menambahkan kisah pilu yang dialami korban.
"Ini berdampak ke psikis NR sampai ia tiga kali melakukan percobaan diri," ungkap Aris, menggambarkan betapa berat beban yang ditanggung NR.
Air mata Sri kembali menetes, membasahi pipinya. Ia merasa merawat jiwa yang terluka parah. Upaya hukum yang mandek dan penderitaan tak berkesudahan memaksa mereka menggantungkan harapan terakhir kepada para legislator di Senayan. Sebuah surat terbuka yang sarat akan tangisan dan permohonan, demi keadilan yang tak kunjung datang.
News Feed
Anis Matta Optimistis Partai Gelora Lolos ke Senayan pada Pemilu 2029
14 Juni 2026 18:57
Bupati Bantaeng Sambut Komunitas Mobil Klasik Se Sulawesi di Pantai Marina
14 Juni 2026 14:39
