Redaksi : Rabu, 23 Juli 2025 16:59
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, mengukuhkan Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) serta menandatangani kesepakatan kerja sama strategis bersama Baznas Kabupaten Gowa.

GOWA, BUKAMATANEWS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Setelah sukses mengimplementasikan Program 100 Hari Kerja Gowa Sejahtera, kini langkah konkret kembali diambil dengan mengukuhkan Tim LACAK (Layanan Cepat Atasi Kemiskinan) serta menandatangani kesepakatan kerja sama strategis bersama Baznas Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini berlangsung di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (23/7), dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pemkab Gowa yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan stakeholder terkait.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan Tim LACAK dan kolaborasi dengan Baznas merupakan bagian dari strategi terpadu untuk mempercepat intervensi terhadap warga miskin ekstrem yang belum terjangkau bantuan pemerintah.

"Hari ini kita kukuhkan Tim LACAK dan menandatangani kerja sama dengan Baznas. Ini adalah langkah lanjutan dari Program 100 Hari Kerja Gowa Sejahtera, agar pemerintah dapat hadir langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan, baik melalui APBD maupun pengelolaan zakat oleh Baznas," tegas Bupati Husniah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan kemiskinan, termasuk melalui kontribusi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMD Gowa yang akan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk zakat pendapatan.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kolaborasi ini, ASN dan pegawai BUMD akan menyisihkan 2,5% dari penghasilannya untuk zakat melalui Baznas, yang kemudian disalurkan langsung kepada masyarakat miskin ekstrem," jelasnya.

Adapun besaran zakat pendapatan ditentukan berdasarkan golongan ASN, yakni:

Golongan I: Rp25.000

Golongan II: Rp50.000

Golongan III: Rp75.000

Golongan IV: Rp100.000

Zakat tersebut akan diarahkan ke berbagai bidang strategis, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

"Bantuan ini akan menyasar warga yang belum ter-cover program pemerintah, sehingga Baznas hadir sebagai pelengkap sekaligus penguat untuk memaksimalkan intervensi," imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, mengungkapkan bahwa Tim LACAK terdiri atas LACAK Centre (tingkat kabupaten) dan LACAK Kecamatan yang nantinya akan diperkuat oleh Sahabat LACAK di seluruh desa dan kelurahan.

"Saat ini kita sudah memiliki tujuh orang di LACAK Centre dan 18 orang di LACAK Kecamatan. Mereka akan memfasilitasi pendataan dan membentuk relawan Sahabat LACAK untuk menjangkau langsung warga miskin ekstrem yang belum terdata," jelasnya.

Para relawan ini akan melakukan pelacakan aktif dan menyampaikan laporan agar masyarakat miskin ekstrem mendapatkan layanan, baik dalam bentuk bantuan sosial langsung maupun program pemberdayaan ekonomi untuk mendorong kemandirian.

Penandatanganan kerja sama antara Pemkab Gowa dan Baznas disaksikan oleh Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Kepala Baznas Kabupaten Gowa Abbas Alauddin, perwakilan Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Jamaris Halik, serta jajaran pimpinan SKPD, camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Gowa.

Melalui pengukuhan Tim LACAK dan sinergi bersama Baznas, Pemkab Gowa berharap kemiskinan ekstrem di wilayahnya dapat segera ditekan secara signifikan dan berkelanjutan.