Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Pemerintah Kota Makassar resmi memulai penyaluran seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP mulai 21 Juli 2025. Program ini bertujuan meringankan beban orang tua dan mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Makassar.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Pemerintah Kota Makassar resmi memulai penyaluran seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Senin (21/7/2025). Program ini menjadi bagian dari implementasi visi besar Makassar untuk Semua di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Penyerahan seragam perdana dilakukan di dua sekolah, yakni SD Lariang Bangi dan SMP Negeri 46 Makassar. Wali Kota Munafri atau yang akrab disapa Appi, menyerahkan langsung dua stel seragam utama—merah putih untuk siswa SD dan biru putih untuk siswa SMP—secara simbolis kepada para siswa baru.
Turut hadir mendampingi Wali Kota antara lain Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekda Makassar A. Zulkifly Nanda, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa program seragam gratis bukan sekadar bantuan pakaian sekolah, tetapi merupakan upaya konkrit Pemkot Makassar dalam meringankan beban ekonomi keluarga dan mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah kota.
"Program ini adalah langkah strategis untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena terkendala biaya seragam. Ini komitmen kami dalam membangun SDM Makassar yang unggul sejak dini," tegasnya.
Tahun ini, setiap siswa baru SD dan SMP menerima dua stel seragam sekolah. Selain itu, Pemkot Makassar juga menetapkan aturan berpakaian selama hari sekolah: seragam wajib dipakai dari Senin hingga Kamis, sementara Jumat diperbolehkan mengenakan pakaian olahraga atau pakaian bebas yang sopan.
"Tidak perlu membeli pakaian olahraga tambahan. Ini bentuk konkret komitmen kami untuk mengurangi beban pengeluaran orang tua," tambah Appi.
Munafri juga menyampaikan rencana perluasan bantuan di tahun-tahun mendatang, termasuk kemungkinan penambahan jenis seragam dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya, menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan ketimpangan daya tampung sekolah negeri yang kerap muncul saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ada sekolah yang kekurangan siswa dan ruang kelas, sementara lainnya justru kelebihan pendaftar.
"Distribusi siswa harus merata. Tidak boleh hanya menumpuk di sekolah-sekolah favorit. Di SMP 46 saja masih ada kuota 20 siswa. Tahun ini, kita akan tambah enam ruang kelas baru di sekolah yang membutuhkan," ungkapnya.

Pemkot Makassar juga berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Menurut Munafri, kualitas pendidikan tidak boleh hanya bergantung pada nama besar sekolah, melainkan harus merata di seluruh satuan pendidikan.
Ia mengingatkan para guru dan kepala sekolah untuk terus mengembangkan diri, adaptif terhadap zaman, dan menjaga marwah pendidikan.
"Saya tidak bangga kalau guru-guru viral di Tiktok karena hal-hal yang tidak mendidik. Saya bangga kalau guru menciptakan inovasi pembelajaran yang membentuk karakter dan kecerdasan siswa," tegas Appi.
Ia juga menambahkan bahwa guru harus menjadi teladan dan pengganti orang tua selama siswa berada di lingkungan sekolah.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33