Redaksi
Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 20:42

Didampingi Kepala DPU, Bappeda, DLH, Kominfo dan BPBD, Walkot Munafri Rapat Bersama Perusahaan Jepang Tawarkan Teknologi BLITZ GIS Cegah Banjir

Didampingi Kepala DPU, Bappeda, DLH, Kominfo dan BPBD, Walkot Munafri Rapat Bersama Perusahaan Jepang Tawarkan Teknologi BLITZ GIS Cegah Banjir

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin rapat bersama perusahaan Jepang tawarkan teknologi BLITZ GIS, sistem real time cegah banjir. Didampingi OPD terkait.

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penerapan teknologi mutakhir dalam mengatasi persoalan banjir yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui pertemuan antara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan perusahaan konsultan asal Jepang, Nihon Suido Consultants, yang menawarkan solusi teknologi berbasis REAL TIME Flood Management: BLITZ GIS.

Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar dan dihadiri sejumlah kepala OPD terkait, termasuk Kepala DPU, Bappeda, DLH, Kominfo, dan BPBD, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menanggulangi masalah banjir secara sistematis.

Teknologi BLITZ GIS merupakan sistem pemantauan banjir berbasis Geographic Information System (GIS) yang mampu mendeteksi, memantau, dan menganalisis potensi banjir secara real time. Teknologi ini telah sukses diterapkan di berbagai kota di Jepang dan Asia Tenggara, seperti Kota Davao di Filipina, yang memiliki karakteristik banjir mirip dengan Makassar.

Dalam presentasinya, Mr. Voukushi MA, perwakilan dari Nihon Suido Consultants, menjelaskan keunggulan sistem ini yang mampu mengintegrasikan data pemetaan, sensor curah hujan, hingga sistem peringatan dini secara otomatis.

“Sistem BLITZ GIS adalah solusi komprehensif untuk membantu kota seperti Makassar agar lebih siap dalam menghadapi banjir secara real time dan terukur,” jelas Mr. Voukushi.

Ia menambahkan bahwa sistem ini dapat terhubung dengan dukungan teknis dari Kementerian Jepang, yang menyediakan hibah serta pelatihan untuk kota-kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap ketahanan bencana.

“Kami siap mendampingi mulai dari penyusunan rencana teknis, studi kelayakan, hingga pelatihan SDM. Ini bukan sekadar perangkat lunak, tapi sebuah sistem mitigasi terpadu,” tambahnya.

Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur pelaporan lapangan berbasis peta interaktif, yang memungkinkan petugas maupun masyarakat memberikan informasi kondisi terkini, serta mempercepat proses pengambilan keputusan saat darurat.

Wali Kota Munafri menyambut baik teknologi ini dan mengapresiasi pendekatan sistematis yang ditawarkan Nihon Suido. Menurutnya, kebutuhan akan teknologi pemantauan banjir menjadi hal mendesak, terlebih dengan tantangan perubahan iklim dan curah hujan ekstrem yang semakin meningkat.

“Kami terbuka terhadap inovasi yang telah terbukti berhasil di kota-kota lain. Jika sistem ini cocok dengan karakteristik Makassar, tentu akan kita tindak lanjuti lebih serius,” ujar Munafri.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah melakukan berbagai upaya perbaikan infrastruktur drainase, peningkatan sistem pembersihan saluran air, dan revitalisasi lingkungan. Namun, pendekatan berbasis teknologi seperti BLITZ GIS dapat menjadi game changer dalam penanganan banjir jangka panjang.

“Banjir di Makassar memang musiman, tapi itu tidak berarti kita bisa anggap sepele. Sedikit demi sedikit kita perbaiki sistem drainase, sekarang saatnya kita manfaatkan teknologi,” tegasnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan rencana tindak lanjut berupa studi teknis lanjutan dan penyusunan rencana aksi bersama untuk melihat sejauh mana BLITZ GIS dapat diadopsi sebagai bagian dari strategi mitigasi banjir terpadu di Kota Makassar.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.